Azizah Mahasiswi Asal NTT, Tewas Diterjang Ombak di Pantai Bengkung

oleh -31 views

 

Dua mahasiswa di Pantai Bengkung, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, hanyut diterjang ombak dan meninggal dunia. Peristiwa naas itu terjadi saat korban membuka tenda untuk beristirahat sejenak di Pantai Bengkung. Sementara, dua mahasiswa lainnya masih dalam pencarian.

“Dua orang ditemukan meninggal dunia, dua lagi masih dalam pencarian, dan satu orang dalam kondisi kritis,” terang Sekretaris BPBD Kabupaten Malang, Bagyo Setiono, seperti dirilis detikcom, Rabu (26/5/2021).

Korban meninggal adalah Linda Pravitasari (23), beralamat di Jalan Panggerman, Kota Mojokerto, dan Azizah (20), mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara dua orang lainnya dalam pencarian adalah Maulana Muhammad Al Faridzi (30), mahasiswa Institut KH. Abdul Chalim beralamat di Desa Petonggan, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Fikri (19), mahasiswa Institut KH Abdul Chalim, asal Padang, Sumatra Barat.

Bagyo mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi peristiwa terjadi tadi pagi sekitar pukul 06.30 WIB, para korban merupakan rombongan dari asrama Institut KH. Abdul Chalim yang datang ke Pantai Bengkung, pada Selasa (25/5/2021) petang.

“Dengan jumlah rombongan 8 orang, mengendarai 4 motor. Dan mereka mendirikan tenda sebagai tempat istirahat. Pagi tadi, enam orang menuju Gunung Batu Bengkung untuk swafoto sunrise,” jelasnya.

Setelah selesai foto, tiga dari enam orang mendahului menuju tenda dan tiga orang masih bertahan di lokasi. Tak lama kemudian tiga orang yang bertahan itu menuju tenda dengan menyeberang dari gunung Batu Bengkung untuk menuju tenda.

Menurut Bagyo, tiga mahasiswa tewas terseret ombak saat akan kembali menuju tenda. Melihat rekannya terbawa gelombang tinggi, anggota rombongan lain berusaha menolong. Namun, akhirnya ikut terseret ombak.

“Dari lima orang awalnya dikabarkan hanyut, tiga orang berhasil ditemukan, dua meninggal dan satu kritis. Sementara dua orang lain, masih dalam pencarian. Yakni atas nama Maulana dan Fikri,” beber Bagyo. (DTC/Ra)