Sembunyikan Sertifikat Tanah Warga Puluhan Tahun, Jaksa Temukan Saat Geledah

oleh -58 views

 

Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (TTU) mengembalikan enam buah Sertifikat Hak Milik (SHM) milik masyarakat Desa Birunatun yang diterbitkan melalui Proyek Operasi Nasional Agraria (PRONA) pada tahun 1994.

Keenam SHM tersebut ditahan oleh Kepala Desa Birunatun, Martinus Tobu, selama 27 tahun dan tidak diserahkan kepada para pemiliknya. Keenam SHM itu akhirnya ditemukan pihak Kejaksaan Negeri TTU saat melakukan penggeledahan terhadap rumah milik kepala desa Birunatun pada tanggal 10 Mei 2021 lalu untuk mencari dan memperoleh bukti-bukti  berkaitan dengan dugaan korupsi pengelolaan Anggaran Desa Birunatun.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) TTU, Roberth Jimmy Lambila, menyampaikan hal ini kepada Voiceoftimor.com, Rabu (26/5).

Roberth mengatakan dalam proses penyidikan perkara Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Anggaran Desa Birunatun, pihaknya  melakukan penggeledahan terhadap rumah milik kepala desa Birunatun pada tanggal 10 Mei 2021 untuk mencari dan memperoleh bukti-bukti  berkaitan dengan pengelolaan anggaran Desa Birunatun. Dalam penggeledahan tersebut, pihaknya menemukan enam buah SHM milik warga desa Birunatun yang  diterbitkan melalui Proyek Operasi Nasional Agraria (PRONA) sejak tahun 1994.

Keenam SHM tersebut disimpan oleh kepala desa di rumahnya dan tidak diserahkan kepada para pemilik sertifikat. Enam SHM tersebut diketahui milik Stanislaus Kau, Egidius Bouk, Petrus Kehi, Hendrikus Taek, Pius Meak, dan Yosep Fahik. Dengan ditemukannya enam SHM milik warga desa Birunatun yang tidak diserahkan oleh kepala desa sejak tahun 1994, maka pihaknya mengambil langkah untuk mengundang para pemilik sertifikat agar dilakukan penyerahan kembali.

“Kami sudah panggil dan serahkan penyerahan sertifikat hak milik yang sudah ditahan oleh Martinus Tobu sejak tahun 1994. Artinya sudah dua puluh tujuh tahun tidak diserahkan kepada pemiliknya,”jelasnya.

Ia menambahkan dalam penyerahan sertifikat tersebut, hadir para pemilik dan ahli waris yang berhak menerima sertifikat. Sertifikat milik Stanislaus Lau dan Egidius Bouk diterima oleh masing-masing yang bersangkutan, sertifikat milik Petrus Kehidupan diterima oleh istrinya, Anastasia Abuk, sertifikat milik Hendrikus Taek diterima oleh anaknya, Theodorus Lau, sertifikat milik Pius Meak diterima oleh anak kandungnya, Yovita Bete, dan sertifikat milik Yosep Fahik diterima oleh anak kandungnya, Oktaviana Fahik.

Untuk diketahui, Kepala Desa Birunatun, Martinus Tobu, saat ini tengah menjalani proses hukum dan menjadi tahanan Kejari TTU, lantaran diduga melakukan korupsi dana desa sebesar 1,1 miliar.

Tak hanya itu, pasca-ditetapkan dan ditahan sebagai tersangka, penyidik lalu melakukan penggeledahan pada rumah tinggal Kepala Desa Birunatun, Martinus Tobu, di Kecamatan Biboki Feotleu, pada Selasa (11/5) lalu.

Dalam penggeledahan tersebut, penyidik berhasil menyita satu unit mobil Suzuki Carry bernomor polisi DH 4864, satu unit truk Mitsubishi Turbo bernomor polisi DH 8581, satu unit mesin cetak batako seharga Rp 15.000.000, satu unit mesin molen, juga menyita 2 bidang tanah masing-masing seluas satu hektar, serta satu unit sepeda motor Honda Beat. Selain itu, Penyidik Kejari TTU juga menemukan bukti bahwa istri sang kepala desa, MHN, yang tak lain adalah ibu rumah tangga biasa dan tak berpenghasilan tetap, namun memiliki koleksi banyak perhiasan emas. (Ra)