Warga Bon’leu Ancam Tutup Mata Air, Fraksi NasDem; Kami Dukung

oleh -22 views

Fraksi Partai NasDem Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mendukung rencana masyarakat Desa Bon’leu, Kecamatan Tobu, Kabupaten TTS, untuk menutup sumber mata air Bon’leu yang selama ini dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) TTS. Rencana tersebut mencuat menyusul kebijakan refocusing anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan menuju Bon’leu oleh Pemerintah Daerah setempat.

Pembangunan infrastruktur jalan menuju Desa Bon’leu seharusnya jadi prioritas dan semestinya tidak direvocusing. Pasalnya, Desa Bonle’u merupakan salah satu desa di Kabupaten TTS yang berpotensi dan berkontribusi untuk Kabupaten TTS.

“Fraksi NasDem TTS sangat mendukung rencana masyarakat untuk menutup sumber mata air di Desa Bon’leu hingga Pemerintah Daerah membatalkan revocusing dan mengembalikan anggaran untuk pengerjaan jalan ke Desa Bon’leu. Akses jalan ke desa ini seharusnya menjadi prioritas Pemerintah Daerah,”ungkap Ketua Fraksi NasDem TTS, Hendrikus Babys, kepada Voiceoftimor.com, Sabtu (29/5) di Soe.

Menurut Hendrikus, Pemerintah Daerah seharusnya merefocusing anggaran untuk item-item kegiatan seremonial dan buka pada item kegiatan prioritas. Pemerintah Daerah harus segera mengembalikan anggaran untuk pengerjaan infrastruktur jalan ke Desa Bon’leu pada perubahan anggaran mendatang.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPRD TTS, Marcu Mbau. Menurutnya, DPRD TTS terus mendukung pengalokasian anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan ke Desa Bon’leu. Hal itu dilakukan karena desa tersebut menyimpan potensi alam yang luar biasa dan menopang keberlangsungan hidup masyarakat khususnya masyarakat Kota Soe dengan sumber mata air bersihnya.

Pemerintah Daerah harus memberikan perhatian kepada masyarakat pemilik sumber mata air dengan membuka akses jalan yang baik bagi masyarakat.

“Kebijakan refocusing anggaran itu diambil oleh Pemerintah Daerah, termasuk penentuan item-item pekerjaan yang dibatalkan. DPRD hanya membahas sesuai dengan Surat Edaran Bupati dan PMK 17 tentang refocusing. Seharusnya item pekerjaan yang prioritas tidak direfocusing,”pungkasnya.

Sebelumnya sejumlah warga Bon’leu melakukan protes setelah mengetahui kebijakan Pemda setempat, membatalkan pembangunan infrastuktur jalan menuju desa setempat. Padahal, daerah tersebut merupakan penyuplai air bersih untuk kebutuhan warga Kota Soe dan daerah sekitar.

Kebijakan tersebut lantaran adanya refocusing anggaran oleh Pemerintah Daerah dalam rangka penanganan wabah Covid-19 yang terjadi selama ini.

Protes senada datang dari Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi Indonesia (Araksi), Alfred Baun. Ia menegaskan Araksi mendukung penuh rencana masyarakat untuk menutup sumber mata air Bon’leu hingga adanya perhatian Pemda TTS untuk segera mengerjakan jalan menuju desa tersebut. (Ec)