Temukan Fakta Mencengangkan, Bupati Malaka Rumahkan Ribuan Tenaga Kontrak

oleh -359 views

Voiceoftimor.com, Malaka-Bupati Malaka, Simon Nahak, menggegerkan publik dengan mengambil kebijakan merumahkan, sekitar 3000 tenaga kontrak diawal masa jabatannya. Keputusan merumahkan ribuan tenaga kontrak tersebut diambil menyusul ditemukan fakta adanya tenaga kontrak yang bekerja tidak pada tempatnya.

Mantan Dosen Universitas Warmadewa (Unwar) Bali, itu menguak adanya tenaga kontrak daerah yang bekerja sebagai penjaga mesin fotocopy, peternak babi, serta berprofesi sebagai karyawan apotik milik perorangan. Ironisnya, upah para pekerja tersebut dibebankan pada fiskal daerah.

Pengumuman merumahkan ribuan tenaga kontrak oleh Bupati Malaka, Simon Nahak, disampaikan saat menghadiri perayaan misa penutupan bulan Maria tingkat Dekenat Malaka di Gua Lourdes Tubaki, Betun, Kecamatan Malaka Tengah, Senin, (31/5/2021).

Pada kesempatan itu, Simon menyebut, pihaknya telah menginstruksikan kepada Bagian Hukum Setda Malaka untuk menghentikan sementara tenaga kontrak daerah. Pasalnya, dalam setahun daerah harus menganggarkan sebanyak 57 milyar untuk pembayaran gaji tenaga kontrak. Kendati, tak sedikit tenaga kontrak yang digaji dari fiskal daerah, malah tidak mengabdikan diri pada daerah.

“Keputusan ini tentu sangat kontroversial dan tidak mengenakan. Banyak tidak suka tetapi saya terpaksa harus ambil pilihan ini, karena ada tenaga kontrak daerah yang digaji dari Pemerintah Daerah, tapi bukan bekerja untuk melayani masyarakat Malaka. Ada yang kasih makan babi, jaga mesin fotocopy dan jaga apotik milik orang lain. Sementara setiap tahun dana 57 milyar harus dibebankan kepada pemerintah daerah, untuk menggaji tenaga kontrak,” cetusnya.

Menurut Simon, keputusan merumahkan tenaga kontrak tersebut akan berjalan kurang lebih dua bulan. Hal itu bertujuan agar pemerintah melalui organisasi perangkat daerah, masing-masing melakukan kajian sehingga perekrutan tenaga kontrak didasari pada analisis kebutuhan daerah.

Lanjut Simon, kebijakan tersebut dianggap penting guna menyukseskan program dan visa-misi pemerintahan saat ini. Sebagian dana tersebut nantinya dapat dialihkan untuk kebutuhan penting lainnya seperti, air bersih lampu jalan, traffic light, perapian trotoar dan taman kota.

“Sekali lagi ini tentu kontroversi. Tetapi saya harus ambil keputusan ini karena banyak uang yang digunakan tidak ada manfaatnya. Saya juga minta doa dan dukungan masyarakat/umat untuk keputusan ini agar kita manfaatkan anggaran lebih baik lagi untuk kebutuhan membangun dan melayani masyarakat Malaka,” tandasnya.(Ek)