Ungkap Dugaan Korupsi Dana Desa Naekake B, Negara Dirugikan 1,7 Milyar

oleh -147 views

Voiceoftimor.com, Kefamenanu- Kepala Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (TTU), menyebut pengelolaan Dana Desa di Desa Naekake B, Kecamatan Mutis, Kabupaten TTU, oleh Kepala Desa Herminigildus Tob dan Bendahara Milikheor Tob, selama lima tahun berturut turut sejak tahun 2015, 2016, 2017, 2018 dan 2019, mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp.1.700.000.000,-

Perhitungan kerugian negara tersebut diperoleh berdasarkan hasil gelar ekspos Kejaksaan Negeri TTU dan Inspektorat Kabupaten TTU, belum lama ini. Dalam gelar ekspos tersebut, ditemukan kesamaan perhitungan antara Kejaksaan dan Inspektorat.

Roberth mengatakan, Kepala Desa dan Bendahara Naekake B, Kecamatan Mutis, Herminigildus Tob dan Milikhior Tob, telah ditahan oleh Kejaksaan Negeri TTU dalam perkara tindak pidana korupsi. Keduanya ditahan karena terbukti melakukan penyelewengan dana selama lima tahun berturut turut.

Menurut Roberth, pihaknya kemudian melaksanakan penyelidikan dan penyidikan dalam perkara tindak pidana korupsi Dana Desa di Desa Naekake B. Dalam perkembangannya, setelah proses penyidikan berjalan, pihaknya langsung menetapkan kepala desa dan bendahara sebagai tersangka.

Kedua tersangka lalu dijemput paksa oleh penyidik dan ditahan karena terbukti menyelewengkan dana desa dalam lima tahun anggaran berturut-turut. Namun, dalam laporan pertanggungjawaban anggarannya terserap 100 persen.

“Berdasarkan hasil perhitungannya kita dan teman-teman dari Inspektorat, inherent atau memiliki kesamaan yakni kerugian negara Rp.1.700.000.000,- Kita upayakan dalam waktu secepatnya kasus-kasus yang sedang ditangani Kejaksaan segera diselesaikan, sehingga kita bisa lanjut lagi untuk laporan baru dari masyarakat yang sudah kami terima,” ujar Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila, (3/6/2021), saat digunakan media ini.

Ia menambahkan, untuk penanganan perkara dana desa Naekake B, pihaknya memastikan sebelum tanggal 11 Juni 2021 mendatang, penyidik akan segera merampungkan berkas penyidikan menjadi P-21, untuk dibawa ke penuntutan.

Untuk diketahui, Penyidik Kejari TTU pada Selasa (13/4), dini hari, menjemput paksa Herminigildus Tob dan Bendahara Milikheor Tob, dari rumah oknum anggota DPRD TTU, Paulinus Efi, di bilangan Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu.

Keduanya dijemput paksa lantaran mangkir dari panggilan penyidik. Saat dijemput paksa Tim Penyidik, turut menyita satu unit dump truk milik Herminigildus serta sejumlah dokumen di dua lokasi berbeda yakni di Maubeli dan Tunbakun.

Selanjutnya, pada (15/4/2021), Penyidik Kejari TTU, kembali melakukan penyitaan lanjutan di rumah kepala Desa Naekake B, dan berhasil menyita satu unit dump truck bak kayu, dua unit mesin cetak batako, satu unit mesin molen. Selain itu, penyidik juga menyita uang sebesar Rp 243. 625.000, uang yang sudah terisi dalam 66 amplop, dan uang dalam bentuk dolar USA, sebesar 300 dolar.

Penyidik juga menemukan dan menyita 6 buah cap toko di rumah tersangka, yakni toko Duta Bangunan, Karya Bangunan, dan sejumlah toko lain yang diduga kuat digunakan untuk memalsukan pertanggungjawaban anggaran pelaksanaan dana desa di Desa Naekake B.(Ra)