Mantan Kades di TTU Dilaporkan ke Kejaksaan, Adiknya Ancam dan Teror Warga

oleh -1.483 views

Voiceoftimor.com, Kefamenanu- Diduga tak terima Kakaknya dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU) atas dugaan penyelewengan Dana Desa, Paskalis Edu, adik Mantan Kepala Desa Lokomea, Kecamatan Biboki Utara, Gabriel Bouk, nekat melakukan tindakan tak terpuji.

Paskalis mendatangi dan mengancam enam warga Desa Lokomea yang diketahui mendatangi Kejaksaan Negeri TTU beberapa waktu lalu, untuk melaporkan Gabriel Bouk, yang tak lain adalah Kakak kandung Paskalis. Keenam warga tersebut di antaranya Paulus Luan, Yulius Seran, David Hale, Kris Manehat, Vester Antoin, dan Irenius Manek.

Paulus Luan, salah satu korban kepada media ini menuturkan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (3/6/2021) sekitar pukul 14.00 Wita. Saat itu, dirinya yang sedang berada di kebun, tiba-tiba ditelepon anaknya. Sang anak memberitahukan bahwa Mantan Kepala Desa Lokomea, Gabriel Bouk, bersama adiknya, Paskalis Edu, mendatangi rumahnya dengan membawa serta kayu kudung dan mencaci maki serta mengancam penghuni rumahnya saat itu.

Mendengar hal itu, ia langsung bergegas pulang ke rumahnya. Namun, setibanya di rumah, ternyata Paskalis telah pulang.
Tak hanya dirinya, Gabriel dan Paskalis juga mendatangi rumah lima warga Desa Lokomea lainnya, yakni Yulius Seran, David Hale, Kris Manehat, Vester Antoin, dan Irenius Manek dan melakukan hal serupa.

Kelima warga tersebut merupakan rekannya yang ikut melaporkan dugaan penyelewengan Dana Desa Lokomea di Kejari TTU, pada Selasa (1/6) lalu.

Tak hanya itu, sang mantan kepala desa dan adiknya itu kemudian mengendarai kendaraan roda dua dan roda empat milik keduanya, lalu ugal-ugalan mengitari rumah-rumah warga. Bahkan, warga lainnya pun diancam dan dilempari batu. Karena merasa terancam, ia bersama warga lainnya terpaksa melaporkan hal tersebut ke pihak Polsek Biboki Utara melalui sambungan telepon.

“Kami merasa terancam dengan perlakuan mantan kepala desa. Kami lalu melaporkan peristiwa ini kepada pihak kepolisian. Kami takut terjadi hal-hal lain yang merugikan kami dan keluarga kami,” Sebut Paulus.

Warga lainnya, Kris Manehat, menambahkan pihaknya pada Selasa (2/6) mendatangi Kejari TTU untuk mengadukan Mantan Kepala Desa Lokomea, atas dugaan penyelewengan dana desa tahun anggaran 2014 sampai dengan 2019.

Banyak pembangunan yang mangkat dalam masa kepemimpinan mantan kepala desa, seperti pengadaan dan instalasi pipa air bantuan wc sehat, kamar mandi, bak air minum, yang juga dibangun tidak tuntas, jalan, dekker, saluran, yang semuanya dikerjakan tanpa musyawarah dan mangkat dengan masyarakat.(Ra)