Serapan APBD Semester Pertama Jauh Dari Target, Begini Alasan Pemerintah

oleh -132 views

Voiceoftimor.com, Kefamenanu- Data Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), menunjukan realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), per 31 Mei 2021 baru mencapai 26, 27 % dari target yang ditetapkan sebesar Rp 1, 055 Triliun. Hal tersebut menunjukkan serapan APBD, masih tergolong minim.

Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Timor Tengah Utara diminta untuk serius dan tak ragu membelanjakan APBD sesuai perencanaan yang telah ditentukan. Hal itu, dilakukan guna mengejar ketertinggalan realisasi belanja pada masing-masing dinas.

Ia menekankan beberapa faktor yang menjadi penyebab rendahnya realisasi belanja, segera dievaluasi dan perlu mendapat perhatian seluruh perangkat daerah. Mengingat realisasi belanja daerah keadaan hingga akhir Mei 2021 baru mencapai 16,27%.

Rapat yang dipimpin langsung Wakil Bupati TTU, Eusabius Binsasi dan didampingi oleh Penjabat Sekda TTU, Fransiskus B. Fay, Kepala BKAD TTU, Bonefasius Ola Kian dan dihadiri semua pimpinan OPD di TTU, diagendakan khusus untuk koordinasi percepatan realisasi Belanja Daerah.

“Pimpinan OPD segera membelanjakan anggaran sesuai yang ditetapkan. Kejar ketertinggalan realisasi belanja pada setiap dinas dan segera laksanakan,” tandas Eusabius,  Rabu (9/6/2021).

Mantan Dirjen Bimas Katolik Republik Indonesia (RI), itu mengungkap selain untuk meningkatkan angka realiasasi sesuai target yang ditetapkan tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di daerah.

Sementara, Kepala BKAD Bonefasius Ola Kian, dalam kesempatan itu memaparkan materi dengan menyajikan struktur APBD Tahun 2021 dan berbagai perubahan serta penyesuaian yang terjadi sebagai sebuah keharusan dan tuntutan seiring adanya perubahan kebijakan dan regulasi dari pemerintah pusat.

Selain itu, perubahan dan penyesuaian tersebut dilakukan dalam rangka menampung tambahan anggaran yang baru diterima dari pemerintah pusat di awal Tahun 2021 mengingat APBD Tahun 2021 telah ditetapkan pada akhir Tahun 2020.

Ia merincikan, realisasi PAD Tahun 2021 adalah 24,51% dari Rp 63.713.279.488. Sedangkan realisasi belanja sampai keadaan 31 Mei 2021 sebesar 16.27 % dari target belanja sebesar Rp 1.055.690.317.998.

Dia menjelaskan, berbagai permasalahan yang dihadapi dalam penyerapan anggaran yang masih tergolong rendah antara lain kegiatan fisik yang dianggarkan dalam OPD pelaksanaannya masih menunggu selesainya kegiatan review dari APIP dan ketidaktepatan perencanaan anggaran kas pada OPD sehingga menyebabkan tertundanya beberapa kegiatan yang sebenarnya bisa dilaksanakan pada triwulan I dan II.

“Keterlambatan ini juga disebabkan karena keterlambatan proses pelaksanaan pelelangan pengadaan barang dan jasa pada masing-masing dinas,” jelasnya. (Ra)