Korupsi Dana Desa Miliaran Rupiah, Kades Naekake Dilimpahkan ke Penuntutan

oleh -375 views

 

Voiceoftimor.com, Kefamenanu- Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU) berhasil merampungkan berkas penyidikan perkara tindak pidana korupsi Dana Desa di Desa Naekake B, Kecamatan Mutis, Kabupaten TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dengan dirampungkannya berkas tersebut menjadi P-21, Penyidik Kejari TTU, pada Jumat (11/6/2021), melakukan penyerahan tersangka dan barang bukti ke Penuntut Umum pada Kejari TTU. Selanjutnya, terhadap kedua tersangka akan menjalani tahanan selama 20 hari ke depan.

Penyidik Kejari TTU dalam mengungkap praktik dugaan korupsi tersebut menemukan, kerugian negara yang timbul akibat perbuatan para tersangka, sebesar Rp. 1.700.000.000. Kerugian tersebut diperoleh berdasarkan hasil perhitungan Inspektorat Kabupaten TTU.

Sementara upaya penyelamatan kerugian negara yang dilakukan oleh penyidik, selama masa penyidikan yakni, melakukan penyitaan terhadap harta kekayaan milik tersangka, yang diduga diperoleh dari hasil tindak pidana korupsi antara lain, 2 unit truk, uang tunai senilai Rp.300.000.000, serta beberapa aset lain seperti mesin batako dan molen.

Selanjutnya penanganan perkara dana desa Naekake B, pihaknya memastikan akan segera melimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Kupang, untuk diperiksa, diadili dan diputuskan. Dengan demikian, penyidikan tindak pidana korupsi Dana Desa Naekake B, dinyatakan selesai.

“Kejari TTU dalam tahun 2021 menangani 8 perkara. 3 perkara sudah dilimpahkan terlebih dahulu ke Pengadilan Tipikor, yaitu perkara pengadaan Alkes di RSUD Kefamenanu dan sedang dalam proses persidangan. Sementara hari ini ada 2 perkara yang kami limpahkan ke tahap penuntutan. Berarti sudah ada 5 perkara yang kami selesaikan dalam tahap penuntutan,” rilis Kajari TTU Roberth Jimmy Lambila, melalui Chanel YouTube Kejari TTU, Jumat (11/6/2021).

Sementara, berkas perkara tindak pidana korupsi untuk tiga desa lainnya yakni Desa Botof, Kecamatan Insana, Desa Birunatun, Kecamatan Biboki Feotleu, dan Desa Letneo Selatan, Kecamatan Insana Barat, saat ini tengah dalam tahapan penyidikan.

Meskipun demikian, ia memastikan dalam waktu yang tak lama, pihaknya bakal melimpahkan ketiga kasus korupsi dana desa tersebut ke pengadilan. Dengan demikian, pihaknya bisa fokus menangani laporan penyalahgunaan dana desa lainnya yang baru masuk.

Untuk diketahui, Penyidik Kejari TTU pada Selasa (13/4), dini hari, menjemput paksa Herminigildus Tob dan Bendahara Milikheor Tob, dari rumah oknum anggota DPRD TTU, Paulinus Efi, di bilangan Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu.

Keduanya dijemput paksa lantaran mangkir dari panggilan penyidik. Saat dijemput paksa Tim Penyidik, turut menyita satu unit dump truk milik Herminigildus serta sejumlah dokumen di dua lokasi berbeda yakni di Maubeli dan Tunbakun.

Selanjutnya, pada (15/4/2021), Penyidik Kejari TTU, kembali melakukan penyitaan lanjutan di rumah kepala Desa Naekake B, dan berhasil menyita satu unit dump truck bak kayu, dua unit mesin cetak batako, satu unit mesin molen. Selain itu, penyidik juga menyita uang sebesar Rp 243. 625.000, uang yang sudah terisi dalam 66 amplop, dan uang dalam bentuk dolar USA, sebesar 300 dolar.

Penyidik juga menemukan dan menyita 6 buah cap toko di rumah tersangka, yakni toko Duta Bangunan, Karya Bangunan, dan sejumlah toko lain yang diduga kuat digunakan untuk memalsukan pertanggungjawaban anggaran pelaksanaan dana desa di Desa Naekake B.(Ra)