Terseret Korupsi Dana Desa dan Ditahan, Kades Ini Jatuh Sakit Hingga Stroke Ringan

oleh -2.665 views

Voiceoftimor.com, Kefamenanu- Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (TTU) mengalihkan status tahanan Martinus Tobu, tersangka kasus tindak pidana korupsi Dana Desa Birunatun, Kecamatan Biboki Feotleu, dari tahanan rutan menjadi tahanan kota, Rabu (16/6). Pengalihan status tersangka Martinus Tobu dilakukan dengan alasan kemanusiaan. Pasalnya, sang kepala desa mengalami stroke ringan setelah dua hari menjalani masa tahanan jaksa di sel tahanan Mapolres TTU.

Keputusan mengalihkan status tahanan Martinus Tobu dari tahanan rutan menjadi tahanan kota harus dilakukan karena yang bersangkutan saat ini tengah mengalami stroke ringan. Penyakit yang diderita Martinus merupakan penyakit lama yang kembali kambuh setelah yang bersangkutan menjalani masa tahanan rutan di Mapolres TTU.

Pengalihan status tahanan Martinus Tobu dilakukan dengan semata alasan kemanusiaan. Pihaknya melihat bahwa untuk kepentingan penyidikan, tersangka Martinus lebih tepat dialihkan menjadi tahanan kota. Jika dijadikan tahanan rutan dan dititip di sel tahanan Mapolres TTU, penyakit yang bersangkutan akan semakin mengkhawatirkan dan akhirnya menghambat proses penyidikan.

“Soal status tahanan kota untuk tersangka Kepala Desa Birunatun, Martinus Tobu, setelah kami lakukan penahanan rutan di Polres selama dua hari, Beliau sakit. Memang sakitnya bukan baru sekarang. Beliau mengalami stroke ringan, artinya secara kemanusiaan, kami melihat bahwa untuk kepentingan penyidikan, lebih tepat kalau kami alihkan statusnya menjadi tahanan kota. Kalau kita titipkan di rutan, dia bisa lebih sakit lagi dan penyidikan jadi terhambat. Jadi, untuk sementara dia jadi tahanan kota,”Jelas, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) TTU, Roberth Jimmy Lambila, Kamis (17/6/2021) di Kefamenanu.

Tambah Roberth, meskipun terjadi pengalihan status, namun berkas perkara korupsi Dana Desa Birunatun dengan tersangka Martinus Tobu akan terus pihaknya rampungkan dan dalam waktu dekat ini akan dilimpahkan ke pengadilan. Sebagai tahanan kota, tersangka Martinus berkewajiban melapor ke Kejari TTU dua kali dalam seminggu. Yang bersangkutan juga wajib mengantongi izin dari kejaksaan jika ada urusan di luar kota.

Untuk diketahui, Martinus Tobu, ditahan Penyidik Kejari TTU, Senin (10/5/2021) malam, lantaran diduga membuat proyek fiktif dan memanipulasi laporan pertanggungjawaban (LPj) Dana Desa tahun 2017 hingga 2020. Kerugian negara mencapai 1,1 miliar rupiah.

Setelah dilakukan penanganan, pada Selasa (11/5/2021), penyidik kemudian melakukan penggeledahan dan berhasil menyita satu unit mobil Suzuki Carry bernomor polisi DH 4864, satu unit truk Mitsubishi Turbo bernomor polisi DH 8581, satu unit mesin cetak batako seharga Rp 15.000.000, serta satu unit sepeda motor Honda Beat. Tak hanya itu, penyidik juga menemukan bukti bahwa istri sang kepala desa, MHN, yang hanya ibu rumah tangga biasa dan tak berpenghasilan, namun mengoleksi banyak perhiasan emas. Penyidik juga menyita 2 bidang tanah masing-masing seluas satu hektar. Penyitaan dilakukan demi pemulihan kerugian negara.

Selanjutnya, pada Kamis (10/6/2021), penyidik melakukan penggeledahan terhadap rumah milik Gibradus Mesak, yang tak lain adalah anak tersangka Martinus Tobu, yang terletak di Desa Boronubaen, Kecamatan Biboki Utara. Penggeledahan dilakukan untuk menelusuri sejumlah aset yang dimiliki oleh sang kepala desa.

Dalam penggeledahan itu, penyidik menemukan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan pengelolaan Dana Desa Birunatun. Pihaknya juga menyita satu unit laptop yang berisi dokumen-dokumen terkait pengelolaan dana desa di Desa Birunatun untuk kepentingan penyidikan.(Ra)