Kajari TTU Endus, Ada Kontraktor Monopoli Proyek Karena Dibekingi Oknum Aparat

oleh -1.118 views

Voiceoftimor.com, Kefamenanu- Kepala Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara, (TTU), Roberth Jimmy Lambila, memberi peringatan keras kepada PPK (Pejabat pembuat komitmen) dan ULP (Unit Layanan Pengadaan), di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten TTU, agar bekerja profesional. Pasalnya, ada oknum pengusaha tertentu yang membuat manuver dan isue mengklaim akan memenangi pelaksanaan pembangunan Jembatan Naen, karena dibekingi oknum penegak hukum.

Roberth menegaskan kepada PPK dan ULP yang menangani agar berhati-hati dan mempertanggungjawabkan seluruh kegiatan pengadaan barang dan jasa secara profesional tanpa intervensi atau menuruti keinginan pihak manapun, baik oknum penegak hukum kejaksaan atau kepolisian.

Kejaksaan Negeri TTU telah berkomitmen tak akan mengintervensi apalagi mengatur proyek di Kabupaten TTU. Apabila ada oknum Kejaksaan yang terlibat mengatur dan meminta minta pekerjaan segera dilaporkan ke Kejaksaan.

“Kami tidak akan terlibat kongkalikong dalam pekerjaan proyek. Tidak akan. Dan itu saya ngomong bukan karena retorika tapi saya ngomong betul. Itu komitmen saya dan juga komitmen anggota saya. Tidak pernah saya menitipkan seorang rekanan atau pengusaha untuk dimenangkan. Itu omongan saya dan komitmen saya. Kalau sudah komitmen berarti kita sudah komitmen dengan hati, Tuhan dan masyarakat,” tegas Roberth Jumat (18/6/2021).

Menyikapi manuver dan isue itu, lanjut Roberth, pihaknya telah memanggil dan mewanti-wanti PPK dan ULP, agar dalam bekerja tidak menuruti intervensi dari pihak manapun. Jika ada oknum jaksa atau anak buahnya terlibat dalam intervensi tersebut, ia akan menindak tegas tanpa mentolerir.

Sebaliknya, jika masyarakat mendapat informasi dan bukti bahwa Kajari TTU terlibat mengatur dan menitip rekanan, silahkan dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi, Polda NTT, Kejaksaan Agung bahkan KPK sekalipun. Komitmennya untuk melakukan penegakkan hukum yang bermartabat dan berkeadilan akan terus dipegang. Kejari TTU akan tegas menindak setiap pelanggaran terkait dengan perkara tindak pidana korupsi secara selektif, obyektif, dan profesional.

“Atau ada intervensi dari Kajaksaan Tinggi, laporkan ke saya. Saya akan laporkan ke Pak Kajati. Karena saya tahu pak Kajati punya komitmen dan saya mengikuti komitmen beliau. Laporkan ke saya, siapa oknum itu pasti akan ditindaklanjuti,” cetusnya.

Ia menambahkan, jika ada oknum pengusaha membawa-bawa namanya atau lembaga kejaksaan untuk kepentingan permintaan proyek ke pemerintah, segera dilaporkan. Tak hanya itu, ia mengingatkan pengusaha tak bermanuver memonopoli pekerjaan. Jika dikemudian hari diketahui maka pihaknya akan menindak tegas dan akan mudur dari pendampingan. (Ra)