Didepak Dari PT SKM, Daniel Kinbenu Buka Dosa Perusahaan Satu Persatu

oleh -1.025 views

Voiceoftimor.com, Kefamenanu- Setelah mendapat pemutusan hubungan kerja (PHK), Daniel Jehezekial Kinbenu, menyebut ratusan tenaga kerja yang dipekerjakan pada PT. Sari Karya Mandiri (SKM), ditengarai tidak terdaftar pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Tak hanya itu, perusahaan tersebut juga diketahui tak mendaftarkan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan. Padahal, perusahaan tersebut sudah diberitahu dan dilakukan sosialisasi.

Daniel mengaku, ia terpaksa menyampaikan aspirasi terkait nasib para pekerja di PT SKM yang meski sudah lama bekerja, namun sampai saat ini belum belum terdaftar keseluruhan ke Nakertrans Kabupaten TTU. Meskipun, pemerintah sudah berulang kali mengimbau pekerja yang ada di wilayah setempat.

Tak hanya itu, nasib tenaga kerja di PT SKM pun belum didaftarkan sebagai penerima jaminan sosial. Padahal, jika perusahaan yang sudah resmi terdaftar di kantor ketenagakerjaan pasti akan memberikan asuransi kesehatan kepada semua karyawannya tanpa terkecuali. Pasalnya, jaminan kesehatan merupakan salah satu hak karyawan yang harus dipenuhi.

Menurut Daniel, ia bahkan selama 16 tahun bekerja di perusahaan tersebut, sejak tahun 2004 sampai akhir 2020, diberhentikan secara sepihak tanpa memperoleh haknya sebagai tenaga kerja dan ironinya lagi Taka pernah diikutkan dalam program jaminan sosial tenaga kerja.

“Semua karya di SKM dapat dipastikan tidak terdaftar di Kantor Nakertrans Kabupaten TTU. Padahal Pemerintah sudah berusah mendorong agar mendaftarkan karyawannya mendapat jaminan sosial di BPJS Ketenagakerjaan, supaya ketika orangtua sakit, atau kecelakaan, bahkan sampai meninggal maka anak-anak dan istri mendapatkan jaminan,” beber Daniel.

Ia menambahkan, pihak BPJS pernah dihadirkan melakukan sosialisasi dan mengimbau kepada pekerja yang belum terdaftar agar bekerjasama ikut dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaa. Sayangnya, setelah dilakukan sosialisasi perusahaan enggan mendaftar hingga saat ini.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten TTU, Simon Soge, ketika dikonfirmasi wartawan, terkait hal itu, mengaku masih akan berkoordinasi dengan bidang teknis untuk memastikan status BPJS Ketenagakerjaan para tenaga kerja PT.SKM

“Kita masih fokus untuk materi mediasi besok. Nanti saya cek dulu ke bidang yang menangani, apakah sudah terdaftar atau belum,” jelasnya.(Ec)