Dirut SKM Pakai Tiga Pengacara, Mediasi Pertama Gagal

oleh -1.114 views

Voiceoftimor.com, Kefamenanu- Mediasi/perundingan penyelesaian perselisihan hubungan industrial secara bipartit antara pimpinan PT Sari Karya Mandiri (SKM), Hironimus Taolin alias Hemus dan mantan karyawan PT SKM Daniel Jehezekial Kinbenu, tidak menemui kata sepakat.

Ketidaksepakatan antara kedua belah pihak terjadi lantaran Hemus tidak hadir dalam mediasi tersebut dan hanya mengutus tiga pengacaranya. Padahal, ada sejumlah penjelasan teknis yang seharusnya disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT SKM itu.

“Mediasi pertama ini belum ada kesepakatan para pihak, oleh karena pemberi kerja, Hironimus Taolin, tidak berada di tempat, untuk memberikan keterangan teknis, yang berkaitan dengan kondisi PT SKM,” jelas Kepala Bidang PPHI dan Jamsostek Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten TTU, Epafras Jediid Kapitan, dalam risalah yang terbitkan, Selasa (22/6/2021).

Pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten TTU, telah menjadwalkan mediasi kedua pada Jumat, (2/7/2021) mendatang. Pihak dinas berharap Hironimus Taolin dapat hadir pada jadwal mediasi tahap dua tersebut.

Dalam mediasi tersebut, Daniel Jehezekial Kinbenu menuturkan, dirinya bekerja pada PT SKM sejak 2004 sampai akhir Desember 2020. Selama bekerja, ia tidak pernah menerima upah perbulan dan hanya menerima uang operasional. Biaya operasional tersebut diberikan, jika ia disuruh ke Kupang untuk mengurus administrasi tender dan pencarian uang.

Ia juga mendapat uang operasional jika menemani tamu ketika melakukan monitoring ke lokasi proyek baik di wilayah Kabupaten TTU maupun di luar wilayah TTU. Sebagai tenaga kerja yang sudah bekerja selama 16 tahun, ia juga tidak pernah diikut sertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaa dan BPJS Kesehatan yang menjadi tanggung jawab perusahaan.

Menurutnya, pemberhentiannya sebagai tenaga kerja di PT SKM merupakan hak perusahaan. Namun, pihak perusahaan juga harus memenuhi hak-haknya sebagai tenaga kerja.

Sementara Hironimus Taolin yang diwakili oleh ketiga kuasa hukumnya mengatakan, PT SKM memiliki peraturan perusahaan. Namun pihak pengacara menanti kehadiran klien mereka untuk memberikan penjelasan teknis terkait kondisi perusahaan, pada mediasi tahap dua.(Ec)