Miris, Ada Oknum Bawa Nama Kejari Peras Kepsek dan Kades

oleh -1.039 views

Voiceoftimor.com, Kefamenanu- Komitmen penegakan hukum dan pemberantasan korupsi Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (Kejari TTU) dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk menjalankan aksi penipuan. Oknum tak bertanggungjawab tersebut menghubungi dan meminta uang kepada sejumlah kepala desa dan kepala sekolah dengan mengatasnamai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) TTU dan staf. Masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan pihak Kejari TTU.

“Itu bentuk penipuan yang mengatasnamakan Kepala Kejaksaan atau staf di Kejari TTU. Jangan percaya dan kalau ada temuan seperti itu segera hubungi kami di Kejari TTU,”tegas Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila, melalui kanal YouTube Kejari TTU, Sabtu (26/6/2021).

Roberth menegaskan tidak ada cara-cara curang  dalam pelaksanaan penegakan hukum di Kabupaten TTU. TIdak ada pula penegakan hukum yang bersifat transaksional. Untuk itu, jika ada pihak yang berupaya menghubungi dan meminta uang dengan mengatasnamakan pihak Kejari TTU, maka tidak perlu dilayani. Jika pihak yang dihubungi memberikan atau mentransfer uang yang diminta oknum tak bertanggung jawab itu, maka patut diduga pihak tersebut memang bersalah.

Menurut Roberth, saat ini telah ada kepala desa dan kepala sekolah yang ditelepon dan dimintai sejumlah uang oleh oknum tak dikenal. Pihaknya menerima informasi dari Kepala SMA Negeri Manufui, Vinsensius Pakaenoni bahwa ia ditelepon dan dimintai sejumlah uang oleh oknum tak dikenal  yang mengatasnamakan Kajari TTU agar dapat menutupi persoalan tindak pidana korupsinya. Oknum tersebut mengaku permintaan tersebut atas perintah Bupati TTU. Selain itu, ada pula informasi dari dari pihak Polres TTU bahwa ada kepala desa yang mengalami hal serupa.

“Masyarakat tidak perlu memenuhi semua permintaan itu, baik secara langsung maupun melalui telepon. Saya ingatkan semua kepala desa, kepala sekolah, dan juga kepala dinas agar jangan mau dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Jangan mempercayai permintaan-permintaan yang mengatasnamai Kajari dan staf,”imbuhnya.

Sementara Kepala SMA Negeri Manufui, Vinsensius Pakaenoni, mengatakan ia mendatangi Kejari TTU untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya. Ia ditelepon oleh oknum tak dikenal yang mengatasnamakan Kajari TTU dan memintanya mentransfer sejumlah uang agar bisa menutupi persoalan tindak pidana korupsi yang dialaminya. Oknum tersebut juga mengaku menelepon atas perintah Bupati TTU.

Ia lalu mendatangi Kejari TTU untuk mengklarifikasi hal tersebut. Ternyata, penelepon merupakan oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan upaya dan komintmen penegakan hukum Kejari TTU untuk menjalankan aksi penipuannya.

“Saya ingin mengklarifikasi kebenaran informasi tersebut. Ternyata tidak benar. Saya imbau masyarakat, bila mengalami hal yang sama seperti saya, bisa langsung ke Kejaksaan. Jangan sampai kita jadi korban aksi penipuan,”imbuhnya. (Ec)