Pemerintah Akui PD Cendana Bhakti Gulung Tikar, Daerah Dirugikan

oleh -587 views

Voiceoftimor.com, Kefamenanu- Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), mengakui Perusahaan Daerah (PD) Cendana Bhakti, gulung tikar. Perusahaan plat merah asupan pemerintah itu, gagal diurus hingga mengalami kerugian. Padahal, perusahaan yang dipimpin Yoseph Enrico Tautpah Fenat memperoleh penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten TTU sebesar Rp 2.250.000.000.

Aset yang dimiliki oleh PD Cendana Bhakti di antaranya satu unit truck dan satu unit Strada Triton. Truck telah dilelang dan dimenangkan oleh Mantan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes. Kendaraan jenis Strada Triton saat ini berada di Badan Keuangan dan Aset Setda Kabupaten TTU.

“Jadi selain kendaraan, ada pula aset lain berupa tiga unit mesin fotocopy. Kondisi ketiga mesin fotocopy itu apakah sudah dalam keadaan rusak atau masih berfungsi karena sudah tidak digunakan sejak tahun 2016. Saat ini tersimpan di salah satu bangunan lama yang sekarang dijadikan kantin dekat kantor daerah,” ungkap Asisten II Setda Kabupaten TTU, Ferdinandus Lio, Kamis (1/7/2021).

Berdasarkan hasil audit akuntan publik tahun buku 2018-2014, perusahaan daerah itu bergerak dalam bidang  jasa konstruksi, usaha pertanian sembako,  ATK, foto copy dan percetakan, serta  usaha peternakan ayam potong. Pengelolaan PD Cendana Bhakti pada masa itu dibantu oleh sejumlah Dewan Direksi di antaranya  Direktur Administrasi dan Keuangan, Ferdinandus A. Liko, Direktur Pemasaran dan Promosi, Thomas Konis, serta Direktur Jasa Konstruksi dan Pengadaan Barang, Dominikus M. Bano.

Masa bakti direksi tersebut berakhir pada 13 Mei 2012. Terhitung 21 Mei 2012, pihak yang bertindak sebagai Direktur Perusahaan berdasarkan surat perintah Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes, dengan nomor BKD 821/45/2012, adalah Yoseph Kuabib.

Ketika ditanya terkait hasil temuan akuntan publik, Ferdinandus menjelaskan, sejak    dipimpin Yoseph Enrico Tautpah Fenat, PD Cendana Bhakti memperoleh penyertaan modal dari Kabupaten TTU sebesar Rp  2.250.000.000. Selain itu, ada hutang yang perlu ditagih oleh perusahaan karena diberikan pada orang perorang sebesar, Rp  114. 321. 000.

“Kaitan dengan nama para peminjam tidak etis saya sebut karena ini dengan orang perorangan dan yang jelas ada temuan ada dari hasil audit. Mengenai ada untung dan rugi, mungkin langsung ditanyakan kepada Asisten I, Pak Yoseph Kuabib karena saat itu beliau ditunjuk sebagai Plt,” sebutnya.

Sementara Asisten I Yoseph Kuabib, selaku Plt. Direktur PD Cendana Bhakti, belum berhasil dikonfirmasi media ini.

Informasi yang dihimpun media ini dari sejumlah sumber terpercaya, Direktur PD Cendana Bhakti, Yoseph Enrico Tautpah Fenat, setelah membawa perusahaan plat merah itu merugi, ia lalu hengkang dari Kota Kefamenanu dan kini berdomisili di Jakarta. (Ec)