Mediasi Kedua Gagal, Kadis Nakertrans Tak Berdaya Dihadapan Owner SKM

oleh -1.324 views

Voiceoftimor.com, Kefamenanu – Lembaga Anti Kekerasan Masyarakat Sipil Nusa Tenggara Timur (NTT), sangat menyayangkan sikap Direktur PT. Sari Karya Mandiri (SKM), Hieronimus Taolin alias Hemus yang acuh tak acuh dan tidak mempedulikan upaya mediasi bersama mantan karyawannya yang tengah berjalan. Sikap yang sama juga ditunjukkan oleh pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) yang seolah menuruti keinginan  Direktur SKM. Pihak Nakertrans seolah tak berdaya di hadapan Hemus. Bahkan, diam-diam Kadis Nakertrans bertindak seperti calo untuk memediasi kasus tersebut di luar jadwal yang telah ditentukan.

Sesuai dengan agenda yang telah ada, pada Jumat (2/7) dilakukan mediasi lanjutan terkait dengan PHK secara sepihak oleh PT SKM. Seharusnya pemberi kerja dalam hal ini Hironimus Taolin alias Hemus, harus hadir dalam proses tersebut, karena kuasa hukumnya tidak bisa memberikan penjelasan secara terperinci. Pasalnya, ada hal-hal yang tidak bisa disampaikan oleh kuasa hukum yang seharusnya disampaikan oleh pihak pemberi kerja.

Seharusnya, Hemus, selaku pemberi kerja, hadir pada pukul 09.00 Wita sesuai dengan jadwal yang dikeluarkan pihak Nakertrans. Sayangnya, yang bersangkutan tidak kunjung hadir dan hanya mengutus kuasa hukumnya seperti pada mediasi pertama. Padahal, pada mediasi pertama telah ada perjanjian mengikat agar menghadirkan Hemus selaku pemberi kerja pada mediasi kedua.

“Ya memang kita sangat sayangkan. Kalau selama 16 tahun itu pelapor rutin berinteraksi, tapi begitu proses yang ada hanya untuk beberapa jam saja dan itu sudah diagendakan kemudian pihak pemberi kerjanya tidak ada. Kita juga mempertanyakan niat  dari pemberi kerja ini yang dari awal katanya memiliki niat baik untuk menyelesaikan soal ini, untuk itu kita ikuti saja prosedur yang ada,”ungkap Direktur Lakmas NTT, Victor Emanuel Manbait, Jumat (2/7/2021).

Menurut Manbait, sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan yang ada, mediasi akan dilakukan oleh pihak ketiga sebanyak tiga kali. Dalam mediasi kedua tadi, pihaknya bersepakat untuk mengadakan mediasi lanjutan pada Selasa (6/7). Pihaknya sangat berharap agar pemberi kerja memiliki niat baik untuk menghadiri mediasi ketiga tersebut.

Pasalnya,  dalam keterangan yang disampaikan justru itu ada hal-hal yang harus  disampaikan terutama terkait dengan peraturan perusahaan, penggajian, dan terkait  bagaimana mempekerjakan orang lain. Hal-hal tersebut harusnya bisa dijelaskan oleh pemberi kerja sehingga bisa dilihat apa kewajiban yang harus dipenuhi oleh pihak pemberi kerja atas karyawan yang dipekerjakan selama 16 tahun.

“Kalau memang sampai dengan mediasi tahap ketiga itu dia tidak ada, kita akan menggunakan jalur jalur hukum pidana maupun perdata. Dan kalau hari Selasa dia tidak hadir, maka kita langsung  laporkan ke Polres TTU,” tegasnya.

Pihaknya juga menyayangkan sikap Kadis  Nakertrans  yang tidak proaktif untuk menghadirkan yang bersangkutan. Ironisnya, sang kadis malah diam-diam menemui Hemus di luar jadwal  yang ditetapkan bahkan bertindak  sebagai calon yang berupaya menghubungi  pelapor untuk dimediasi di luar Nakertrans. Hal tersebut jelas sangat  aneh.(Ec)