Covid-19 Kembali Mengganas, Ini Seruan Uskup Atambua

oleh -996 views

Voiceoftimor.com, Belu – Keuskupan Atambua mengeluarkan Petunjuk Praktis Pastoral (P3), terbaru tentang pelayanan sakramen dan pastoral gereja, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Mikro-Darurat. Hal itu dilakukan menyusul adanya Penetapan PPKM Mikro-Darurat dan instruksi Bupati Belu, TTU dan Malaka.

Dalam surat yang dikeluarkan pada Sabtu (3/7/2021) itu, Uskup Atambua MSGR. Dominikus Saku, mencermati sikap umat atau masyarakat di Keuskupan Atambua yang masih suka menyelenggarakannya pesta pernikahan dan komuni pertama serta acara lainnya ditengah fenomena Covid-19, sehingga menciptakan kerumunan dan berpotensi besar dalam penyebaran Covid-19 dengan ragam variannya.

Untuk itu, sebagai bentuk tanggung jawab pastoral pelayanan terhadap umat dan tanggung jawab sosial terhadap kesehatan umat atau masyarakat, MSGR. Dominikus Saku, meminta kepada para imam, biarawan/i dan seluruh umat se-Keuskupan Atambua untuk memperhatikan dan melaksanakan sejumlah ketentuan dalam pelayanan sakramen geraja dan kegiatan pastoral gereja.

Dalam petunjuk praktis pastoral tersebut ditekankan bahwa misa hari Minggu atau hari raya dan misa pemakaman tetap dilaksanakan di geraja atau kapela dengan protokol kesehatan yang ketat. Jumlah kehadiran umat kurang lebih 50 persen dari kapasitas ruangan yang tersedia. Sementara misa pemberkatan nikah dan komuni pertama ditiadakan mulai tanggal dikeluarkan P3 tersebut sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Untuk kegiatan pastoral lain yang menciptakan kerumunan dan terus menerus melanggar protokol Covid-19, seperti kegiatan orang muda katolik, syukur tahbisan, kaul, syukur ulang tahun, pesta nikah dan lain-lain, juga ditiadakan sampai batas waktu yang ditentukan. Para pelayan pastoral diminta lebih serius dan bersungguh sungguh memperhatikan ketentuan dalam dalam P3 tersebut. (Ra)