Kelola Dana Covid Puluhan Miliar, Kerja Pemerintah Tak Maksimal dan Jauh Dari Harapan

oleh -902 views

Voiceoftimor.com, Kefamenanu – Satuan Tugas (Satgas), Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), dinilai belum maksimal dalam melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten TTU. Pasalnya, pola penanganan terhadap para pelaku perjalanan dari dalam maupun luar NTT yang hendak masuk ke Kabupaten TTU hanya sebatas pengukuran suhu tubuh. Akibatnya, para pelaku perjalanan justru menjadi sumber penyebaran Covid-19 di Kabupaten TTU.

Pemerintah seharusnya mengoptimalkan penggunaan anggaran Covid-19 yang telah diplotkan untuk memperketat deteksi awal terhadap para pelaku perjalanan yang berpotensi membawa masuk virus Covid-19 ke TTU. Pasalnya, merebaknya kasus Covid-19 di Kabupaten TTU belakangan ini, hampir sebagian besar disebabkan oleh pelaku perjalanan.

“Jumlah pasien yang terkonfirmasi Covid-19 di TTU akhir akhir ini meningkat. Situasi ini dipengaruhi oleh banyaknya pelaku perjalanan dari luar daerah yang masuk ke TTU. Hal ini disebabkan karena deteksi awal di setiap posko pintu masuk Kabupaten TTU tidak maksimal. Tidak ada alat memadai yang bisa pakai untuk mendeksi secara dini, ada tidaknya virus Covid-19 yang dibawa pelaku perjalanan,” ungkap Wakil Ketua DPRD TTU, Yasintus Lape Naif, Senin (5/7/2021).

Menurut Yasintus, pihaknya terus berkoordinasi dan mendorong Pemerintah Daerah untuk giat melakukan penanganan Covid-19 secara teknis. DPRD telah menggelontorkan anggaran yang begitu besar, sekitar 51 miliar setelah revocusing untuk penanganan Covid-19 di TTU. Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah secara teknis dapat membangun koordinasi lintas sektoral agar fenomena merebaknya Covid-19 dapat ditangani dengan baik.

Yasintus mengkritisi, tugas Satgas Covid-19 tidak hanya mengecek suhu para pelaku perjalanan di pos pos pintu masuk yang ada. Namun juga mampu melokalisir para pelaku perjalanan untuk memastikan mereka benar benar bebas dari Covid-19.

“Kinerja Satgas Covid-19 sampai hari ini belum maksimal. Ini terbukti karena tiba tiba saja jumlah pasien positif Covid-19 meningkat. Padahal dukungan anggaran yang diberikan sangat besar yakni 51 miliar. Jadi, penanganan Covid-19 jangan di pos masuk Kabupaten TTU, tetapi harus sampai ke desa desa,” ujarnya.

Ia menambahkan, Satgas Covid-19 juga harus benar benar menjalankan instruksi pemerintah terkait Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Berbasis Mikro dan berani membubarkan kerumunan termasuk acara pesta dalam bentuk apa pun yang masih diadakan sampai saat ini. Kegiatan yang mengumpulkan banyak orang harus ditiadakan.

Juru Bicara Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten TTU, Kristoforus Ukat, pada Senin (5/7/2021), menyebut Kasus penularan COVID-19 di Kabupaten Kabupaten TTU, terus bertambah. Sebanyak 14 orang dinyatakan positif Covid-19. Hal tersebut diketahui setelah Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten TTU melakukan tracking terhadap, sejumlah pelaku perjalanan yang bekerja di Pos Lintas Batas Napan (PLBN).

Dengan penambahan jumlah pasien positif Covid-19 tersebut, maka wilayah Kabupaten TTU masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19 dan total kasus positif Covid-19 di TTU sebanyak 57 orang. Masyarakat diimbau tetap berwaspada dan benar-benar menerapkan protokol kesehatan guna menekan jumlah kasus positif covid-19 di Kabupaten TTU.(Ra)