Waspada! Covid-19 Melonjak di TTU, Belasan Warga Terpapar Setiap Hari

oleh -556 views

Voiceoftimor.com, Kefamenanu – Jumlah pasien positif rapid antigen dari cluster Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Napan, Kecamatan Bikomi Utara, semakin bertambah. Setelah melakukan tracking lanjutan, Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease-19 (Covid-19) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menemukan 12 orang yang memiliki kontak erat dengan pasien sebelumnya. Keduabelas orang tersebut juga dinyatakan positif rapid antigen. Selain itu, ada juga penambahan 3 orang pasien konfirmasi dengan gejala. Dengan demikian, jumlah pasien positif covid-19 di Kabupaten TTU meningkat menjadi 72 orang.

Hal itu diketahui setelah melakukan tracking lanjutan dan memperluas wilayah tracking, pihaknya menemukan 12 orang yang memiliki kontak erat dengan pasien positif covid-19 dari cluster PLBN Napan. Tujuh dari 12 orang tersebut merupakan warga Desa Napan, sementara 5 orang lainnya merupakan warga Oelami. Setelah menjalani rapid tes antigen, kedua belas orang tersebut dinyatakan positif covid-19.

Selain itu, ada juga penambahan tiga pasien kasus konfirmasi dengan gejala. Ketiga pasien tersebut berasal dari Maubeli dan Manufui. Saat ini, ketiga pasien kasus konfirmasi dengan gejala tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Leona Kefamenanu. Sementara 12 orang kontak erat yang dinyatakan positif rapid antigen dirawat di RS Darurat Rusunawa.

“Pasien positif covid-19 bertambah 15 orang, dari cluster PLBN Napan dan juga kasus konfirmasi dengan gejala. Kita imbau masyarakat agar tetap berwaspada dan mematuhi protokol kesehatan. Dalam dua pekan ini, jumlah pasien positif covid-19 di wilayah TTU menunjukkan trend meningkat secara signifikan. Ini harus benar-benar diwaspadai,” rilis Juru Bicara Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten TTU, Kristoforus Ukat, Selasa (6/7/2021).

Ia menambahkan selain penambahan jumlah pasien positif covid-19, ada juga 2 pasien positif covid-19 dari Manufui yang sudah dinyatakan sehat. Sedangkan kasus probable sampai dengan saai ini sebanyak 5 kasus dengan rincian 2 orang dirawat di RSUD Kefamenanu dan 3 lainnya di RS Leona Kefamenanu.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD TTU, Yasintus Lape Naif, pada Senin (5/7/2021), mengkritik kinerja Satgas Covid-19 Kabupaten TTU. Pasalnya, kinerja Satgas dinilai belum maksimal dalam melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten TTU, lantaran pola penanganan terhadap para pelaku perjalanan dari dalam maupun luar NTT yang hendak masuk ke Kabupaten TTU hanya sebatas pengukuran suhu tubuh. Akibatnya, para pelaku perjalanan justru menjadi sumber penyebaran Covid-19 di Kabupaten TTU.

Pemerintah seharusnya mengoptimalkan penggunaan anggaran Covid-19 yang telah diplotkan yang begitu besar yakni 51 miliar, untuk memperketat deteksi awal terhadap para pelaku perjalanan yang berpotensi membawa masuk virus Covid-19 ke TTU. Pasalnya, merebaknya kasus Covid-19 di Kabupaten TTU belakangan ini, hampir sebagian besar disebabkan oleh pelaku perjalanan.

“Jumlah pasien yang terkonfirmasi Covid-19 di TTU akhir akhir ini meningkat. Situasi ini dipengaruhi oleh banyaknya pelaku perjalanan dari luar daerah yang masuk ke TTU. Hal ini disebabkan karena deteksi awal di setiap posko pintu masuk Kabupaten TTU tidak maksimal. Tidak ada alat memadai yang bisa pakai untuk mendeksi secara dini, ada tidaknya virus Covid-19 yang dibawa pelaku perjalanan,” kritiknya. (Ra)