Corona Makin Menjadi, Bupati Turun Lapangan Tertibkan Protkes

oleh -2.368 views

Voiceoftimor.com, Kefamenanu – Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Juandi David, melakukan pemantauan ke empat titik arus masuk keluar pelintas dalam kota Kefamenanu, Kamis (8/7/2021). Kegiatan tersebut sebagai bentuk implementasi instruksi Bupati TTU tahun 2021 tentang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro tingkat Kabupaten TTU.

Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 09.00 wita itu juga dihadiri dan didukung langsung oleh Kapolres TTU AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas, Dandim 1618/TTU Letkol Arm. Roni Junaidi, serta Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten TTU dan dinas Perhubungan TTU.

Adapun titik-titik sasaran pintu keluar-masuk Kota Kefamenanu yang dipantau oleh Bupati TTU hingga pukul 11.20 wita yakni, Bundaran Tugu Biinmaffo arah Kupang, Cabang Dalehi, Peboko dan diakhiri di Kilometer 5 arah Atambua tepatnya di depan Biara SVD Noemeto Kefamenanu.

Sebelum rombongan mendatangi ke empat lokasi sasaran, aparat TNI Kodim 1618/TTU, Polres TTU, Dinas Perhubungan serta Sat Pol PP dan petugas Dinas Kesehatan TTU telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pengguna kendaraan roda dua dan roda empat, seperti operasi masker dan dokumen pribadi seperti KTP. Bagi yang tidak patuh diimbau dan diberi teguran kemudian dilakukan penindakan berupa push up.

Bupati TTU, Juandi David ketika diwawancarai di sela-sela kegiatan menjelaskan, kegiatan penyekatan tersebut menindaklanjuti instruksi Bupati TTU tahun 2021 tentang PPKM skala Mikro.

“PPKM Mikro di Kabupaten TTU salah satu kegiatan yaitu penyekatan yang dilakukan di tempat-tempat strategis di kabupaten TTU supaya dapat menekan laju menularnya angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten TTU. Karena itu, setiap pengendara roda dua dan roda empat maupun para penumpang, siapa saja yang lewat kalau tidak pakai masker harus diberikan teguran dan berikan semacam pembinaan supaya pakai masker,”tegasnya.

Ia menambahkan pihaknya akan memperketat pengawasan di pos covid-19 dengan mewajibkan para pelaku perjalanan menunjukkan kartu identitas. Pelaku perjalanan yang tidak mengantongi kartu identitas, tidak diperkenankan masuk ke wilayah Kabupaten TTU. Pengawasan juga dilakukan di pusat-pusat keramaian hingga tingkat RT/RW. Hal itu dilakukan untuk mengetahui siapa saja yang masuk dan keluar wilayah TTU.

“Kegiatan ini akan berlangsung selama 14 hari ke depan dan akan kita tegakkan dengan ketat. Setelah 14 hari dan angka Covid-19 masih terus meningkat, maka akan kita perpanjang lagi dengan kegiatan yang sama dan lebih diperketat lagi,” pungkasnya. (Ra)