Lakmas NTT; Tiga Minggu Tak Audit PD Cendana Bhakti, Kami Lapor Jaksa

oleh -469 views

Voiceoftimor.com, Kefamenanu – Lembaga Anti Kekerasan Masyarakat Sipil (Lakmas) Nusa Tenggara Timur (NTT),  mendesak Bupati Timor Tengah Utara (TTU) segera memerintahkan Inspektorat Kabupaten TTU melakukan audit terhadap Perusahaan Daerah (PD) Cendana Bhakti. Jika tidak, maka dalam tiga pekan ke depan, pihaknya akan melaporkan dugaan korupsi pengelolaan PD Cendana Bhakti kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) TTU.

Audit investigatif terhadap PD Cendana Bhakti harus segera dilakukan untuk memastikan kondisi perusahaan daerah tersebut yang sebenarnya. Audit investigatif juga dengan sendirinya akan menjawab pertanyaan publik terkait mengapa aset-aset PD Cendana Bhakti harus dilelang padahal masa pakai aset-aset tersebut belum lama. Selain itu, audit investigatif juga dapat menguak fakta mengapa proses rekrutmen Direktur PD Cendana Bhakti terkesan dipaksakan.

“Pihak Inspektorat Kabupaten TTU harus segera lakukan audit investigaif untuk memastikan kondisi PD Cendana Bhakti yang sebenarnya. Mengapa aset-aset PD Cendana Bhakti harus dilelang? Makanya harus dilakukan audit untuk mengetahui penggunaanya dan direkomendasikan apakah ada dugaan korupsinya atau tidak,”ungkap Direktur Lakmas NTT, Victor Manbait, Sabtu (10/7/2021) di Kefamenanu.

Manbait berharap, Pemerintah Daerah saat ini menunjukkan kemauan dan komitmen tata kelola pemerintahan yang bersih. Pembiaran yang terjadi pada PD Cendana Bhakti akan menjadi preseden buruk dalam pengelolaan BUMDes-BUMDes yang ada di wilayah Kabupaten TTU. Untuk itu, Bupati TTU harus segera memerintahkan Inspektorat TTU untuk melakukan audit terhadap PD Cendana Bhakti. Jika tidak, maka pihaknya akan melaporkan hal tersebut ke pihak Kejari TTU.

“Jangan heran nanti pengurus BUMDes akan mencontoh ini dan menjadikan BUMDes sebagai ATM saja oleh pengurusnya. Kita desak Bupati TTU segera perintahkan Inspektorat lakukan audit. Bila tidak, dalam tiga minggu ke depan kita akan laporkan ke Kejaksaan,”pungkasnya.

Sebelumnya, Gerakan Rakyat Peduli Demokrasi dan Keadilan (Garda) TTU, meminta Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (TTU) segera memanggil dan meminta pertanggungjawaban Direktur Utama Perusahaan Daerah Cendana Bakti yang dikelola oleh Yoseph Enrico Tautpah Fenat. Pasalnya, perusahaan tersebut mendapat asupan dana dari Pemerintah Kabupaten TTU miliaran rupiah, ironisnya dana tersebut tak dapat dipertanggungjawabkan.

Garda TTU juga meminta Pemerintah Daerah menyampaikan kepada publik secara terbuka kondisi Perusahaan Daerah Cendana Bhakti. Lantaran, Perusahaan Daerah tersebut sebelumnya memperoleh suntikan dana sebesar Rp.2.250.000.000 dari Pemerintah Daerah untuk melaksanakan sejumlah usaha seperti peternakan ayam potong dan fotocopy.

Informasi yang dirangkum media ini dari sumber terpercaya, menyebut adanya suntikan anggaran sebesar Rp.2.250.000.000, dari Pemerintah Daerah kepada perusahaan daerah Cendana Bakti. Perusahaan Daerah tersebut memiliki sejumlah asset di antaranya satu unit kendaraan jenis triton dan satu unit truck yang telah dilelang, dan dimenangkan oleh mantan Bupati Raymundus Sau Fernandez. Selain itu, jenis usaha yang digeluti adalah usaha ternak ayam potong dan fotocopy.

Untuk diketahui, Perusahaan tersebut kala itu dipimpin, oleh Direktur Utama,Yoseph Enrico Tautpah Fenat dan dibantu oleh Dewan Direksi di antaranya Direktur Administrasi dan Keuangan, Ferdinandus A. Liko, Direktur Pemasaran dan Promosi, Thomas Konis, serta Direktur Jasa Konstruksi dan Pengadaan Barang, Dominikus M. Bano. Setelah berakhir masa jabatan, berdasarkan surat perintah Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes, kala itu kemudian menunjuk, Yoseph Kuabib, sebagai Plt. Direktur dengan nomor BKD 821/45/2012. (Ra)