Setelah Dihajar Hingga Babak Belur, Emanuel Manda Dipolisikan

oleh -1.355 views

Voiceoftimor.com, Sikka – Bak pepatah, sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Mungkin pepatah kuno ini tepat disematkan kepada Emanuel Manda. Setelah dikeroyok hingga babak belur, oleh Satgas Covid-19, ia malah dilaporkan lagi ke Polres Sikka. Sementara laporan polisi bernomor LP/154/B/VII/2021/SPKT/POLRES SIKKA/POLDA NTT, atas pengeroyokan yang mengacam keselamatan jiwa korban, tak jelas arahnya.

Hal itu ditandai adanya surat panggilan terhadap korban Emanuel Manda, oleh Polres setempat, melalui Satuan Reskrim Polres Sikka, bernomor B/1101/VII/2021/Res.Sikka. Dalam surat itu, ia dipanggil untuk diberitahukan dan dan diambil keterangan.

Surat tersebut juga menguraikan bahwa saat ini Penyelidik Polres Sikka, sedang melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah atau melanggar protokol kesehatan, atau melawan petugas Tim Gabungan Covid-19 Kabupaten Sikka, sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 ayat 1 Undang-Undang nomor 4 tahun 1984, tentang wabah penyakit menular atau pasal 212 KUHP Jo pasal 216 KUHP.

Surat yang ditandatangani Kasat Reskrim Polres Sikka, AKP Wahyu Agha Ari Sepiyan, Emanuel dipanggil untuk kepentingan penyelidikan. Sementara terhadap kasus pengeroyokan terhadap Emanuel yang dilaporkan sebelumnya belum diketahui kejelasannya.

Sebelumnya upaya pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), berujung pada tindakan arogan dan main hakim sendiri oleh aparat Satgas Pengendalian Covid-19 Kabupaten Sikka. Dalam Operasi Yustisi PPKM yang digelar Selasa (6/7/2021) malam, sejumlah aparat gabungan Satgas Covid-19 yang terdiri dari anggota TNI dan Polri serta Satpol PP Sikka melakukan pengeroyokan terhadap Emanuel Manda, warga Lingkar Luar, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.

Pengeroyokan tersebut terjadi lantaran korban terlambat menutup pintu kios miliknya. Pengeroyokan yang membabi buta tersebut mengakibatkan korban menderita luka sobek dan bengkak pada pelipis mata dan harus segera dilarikan ke IGD Rumah Sakit TC Hillers Maumere.

Pengeroyokan itu terjadi di hadapan istri korban, Novayanti Alfrida Piterson. Menurut
Nova, kejadian tersebut berawal ketika ia bersama suaminya baru pulang dari Kewapante dan melihat pintu kios miliknya masih terbuka. Dia masuk ke dalam kios dan meminta suaminya untuk menutup pintu kios. Selang beberapa saat kemudian, para petugas gabungan Satgas Covid-19 sudah berada di depan pintu kios dan menegurnya.

Saat itu, ia bersama suami berusaha menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya. Namun, petugas Satgas enggan mendengarkan dan bahkan mulai mempersalahkan keduanya karena tidak menggunakan masker. Padahal, saat itu mereka berada di rumah dan tidak ada kerumunan. Tak puas dengan penjelasan yang diberikan, petugas pun mengambil tindakan main hakim sendiri. (Man)