Empat CV Ini Dilaporkan Ke Kejaksaan, Diduga Korupsi Paket Jalan Perbatasan  

oleh -879 views

 

Voiceoftimor.com, Kefamenanu – Aktivis anti korupsi meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU), melanjutkan proses hukum beberapa kasus korupsi yang mangkrak, salah satunya adalah kasus korupsi jalan perbatasan. Pasalnya, dari tujuh paket proyek jalan perbatasan yang terindikasi praktik korupsi, baru tiga paket yang diproses hukum hingga adanya keputusan inkrah. Sementara, empat paket pekerjaan lainnya masih dibiarkan hingga saat ini.

Proses hukum terhadap empat paket jalan perbatasan yang tersisa harus dilakukan agar institusi Kejaksaan terhindar dari kecurigaan publik. Selain itu, untuk menegakkan keadilan seadil-adilnya, maka penegakan hukum dalam kasus jalan perbatasan harus dilakukan secara menyeluruh dan total untuk tujuh paket jalan perbatasan.

“Kemarin kita kembali datangi Kejari TTU untuk menyegarkan kembali histori penanganan kasus korupsi di daerah ini yang sudah kita perjuangkan bersama-sama kurang lebih 15 tahun. Ada beberapa kasus yang mangkrak, salah satunya adalah kasus jalan perbatasan. Kita percaya bahwa dengan membuka kembali histori dokumen penanganan pemberantasan kasus korupsi yang masih mangkrak itu bisa menjadi kekuatan sehingga kasus itu bisa dibongkar kembali kemudian keadilan yang diharapkan bisa terwujud,”ungkap Ketua Forum Anti Korupsi (Fraksi) TTU, Wellem Oki, Senin (19/7/2021) di Kefamenanu.

Wellem mengatakan dari tujuh paket proyek perbatasan, baru tiga paket yang sudah mendapat penegakan hukum inkrah dan masih tersisa empat paket lainnya. Pihaknya membawa dan menyerahkan dokumen empat paket yang tersisa itu kepada pihak Kejari TTU. Pihaknya berharap Kejari TTU bisa melihat dan membuka kembali penanganan kasus korupsi pada empat paket jalan perbatasan yang tersisa, sehingga ada penegakan hukum yang adil.

Pihaknya terdorong untuk membantu pihak Kejari TTU menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang masih tertunggak karena saat ini kepercayaan publik terhadap Kejari TTU dalam penanganan kasus-kasus korupsi sangat tinggi. Publik TTU sangat yakin dan percaya bahwa institusi Kejari TTU saat ini memiliki catatan baik dalam urusan pemberantasan korupsi.

“Kita membawa beberapa dokumen untuk menyegarkan kembali Kejaksaan tentang kasus-kasus lama termasuk kasus jalan perbatasan. Karena saat ini kepercayaan publik terhadap Kejari TTU dalam prestasi penanganan korupsi itu tinggi. Kita juga menyampaikan kepada kejaksaan bahwa kita membantu kejaksaan karena publik TTU percaya kejaksaan negeri hari ini memiliki catatan yang baik dalam urusan pemberantasan korupsi,”tutupnya.

Untuk diketahui, empat paket jalan perbatasan tersebut di antaranya peningkatan ruas jalan Faenake-Banain A yang dikerjakan CV Pamitran dengan pagu sebesar Rp 1.310.002.000, ruas jalan kantor Kecamatan Bikomi Utara yang dikerjakan CV Kemilau Bahagia dengan pagu Rp 869.500.000, ruas jalan Saenam–Nunpo section II yang dikerjakan CV Viarie dengan nilai kontrak Rp 880.000.0000 dan peningkatan ruas jalan Saenam–Nunpo section III yang dikerjakan CV Tritunggal Abadi dengan nilai kontrak Rp 2.057.200.000.(Man)