Meninggal Saat Operasi, RS Vonis Covid, Keluarga Geram dan Rampas Jenazah

oleh -3.569 views

 

Voiceoftimor.com, Kupang – Masyarakat Kota Kupang dihebohkan dengan peristiwa pengambilan paksa jenazah yang divonis pasien terkonfirmasi covid-19 di Rumah Sakit (RS) Siloam Kupang. Pasien, yang belakangan diketahui berinisial LHN, Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang itu, meninggal dunia pada Rabu (21/7/2021), pagi, setelah menjalani operasi kanker prostat. Pihak RS Siloam menyatakan bahwa  hasil rapid antigen Almarhum positif dan jenazahnya akan dimakamkan secara protokol covid-19.

Sekira pukul 11.00, Wita, puluhan keluarga almarhum memadati pelataran RS Siloam. Ketika Tim Pemulasaran Satgas Covid-19 Kota Kupang hendak membawa jenazah Almarhum untuk dimakamkan secara protokol kesehatan covid-19, pihak keluarga almarhum langsung bergerak dan merampas jenazah Almarhum. Tim Pemulasaran Satgas Covid-19 Kota Kupang bersama petugas keamanan yang berada di lokasi tak bisa berbuat apa-apa menghadapi aksi keluarga almarhum tersebut.

Data yang dihimpun di lokasi, jenazah Almarhum yang berada dalam kantong jenazah berwarna kuning langsung dirampas oleh pihak keluarga dari tangan Tim Pemulasaran Satgas Covid-19 Kota Kupang yang telah bersiap berangkat untuk pemakaman dengan alat pelindung diri (APD) lengkap. Jenazah Almarhum digotong oleh keluarga sambil setengah berlari menuju sebuah mobil pick-up hitam yang terparkir di ruas Jalan R.W Monginsidi. Sementara keluarga lainnya menyusul dari belakang sambil berteriak dengan dialek Kupang, “Sonde bole ada yang sonto dia. Bawa pulang!” ( Tidak boleh ada yang menyentuh dia (Almarhum). Bawa pulang (ke rumah), red)

Peristiwa itu bermula ketika Almarhum masuk di RS. Siloam Kupang pada hari Rabu (21/7/2021) dini hari guna melakukan operasi kanker prostat yang dideritanya. Proses operasi ditangani langsung oleh tim medis. Setelah selesai menjalani operasi, Almarhum dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis RS.Siloam dengan hasil rapid test antigen positif sehingga harus dimakamkan secara protokol covid-19 dan memicu reaksi dari pihak keluarga.

Pihak Satgas Covid-19 Kota Kupang bersama pihak kepolisian kemudian berupaya berkoordinasi dengan pihak keluarga di rumah duka guna pemakaman jenazah menggunakan protokol kesehatan covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Fatukoa. Setelah menempuh dialog bersama keluarga, jenazah almarhum dikembalikan kepada Satgas Covid-19 Kota Kupang untuk dimakamkan secara protokol kesehatan covid-19. (Man)