Kades Terseret Korupsi, Bupati Lantik Penjabat

oleh -213 views

 

Voiceoftimor.com, Kefamenanu – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melantik Oktovianus Man sebagai Penjabat Kepala Desa Birunatun, Kecamatan Biboki Feotleu, Jumat (23/7/2021). Pelantikan tersebut dilakukan setelah Kepala Desa Birunatun, Martinus Tobu, terjerat kasus korupsi Dana Desa di desa tersebut. Sang kepala desa diduga membuat proyek fiktif dan memanipulasi laporan pertanggungjawaban (LPj) Dana Desa tahun 2017  hingga 2020 yang berujung pada Kerugian negara sebesar 1,5 miliar rupiah.

Oktovianus Man merupakan ASN yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Desa Birunatun. Pelantikannya sebagai Penjabat Kepala Desa Birunatun dilakukan untuk menjaga keberlangsungan roda pemerintahan di desa tersebut.

“Karena kepala desa tidak ada dan roda pemerintahan tidak berjalan dengan baik, maka  Penjabat Kepala Desa Birunatun harus kita lantik. Memang saat ini sedang pandemi covid 19, untuk itu kita batasi jumlah orang yang hadir dalam proses pelantikan.  Yang dilantik sebagai Penjabat Kepala Desa Birunatun adalah Sekretaris Desa yang juga seorang ASN, Oktovianus Man,”jelas Bupati TTU, Juandi David, Jumat (23/7/2021) di Kefamenanu.

Bupati Juandi meminta Penjabat Kepala Desa Birunatun yang baru saja dilantik agar melaksanakan tugas sebagai kepala desa sesuai ketentuan yang berlaku terutama yang berkaitan dengan pengelolaan dana desa. Pasalnya, telah ada pengalaman pahit terkait pengelolaan Dana Desa yang dilakukan oleh kepala desa terdahulu. Hal tersebut jangan sampai terulang kembali.

Penjabat Kepala Desa Birunatun yang baru saja dilantik diharapkan dapat mengelola Dana Desa secara terbuka dan melibatkan seluruh masyarakat. Pengelolaan harus dilakukan mulai dari perencanaan hingga pada pelaksanaan. Progam kegiatan yang telah direncanakan harus dilaksanakan.

“Sudah ada pengalaman pahit bagi Desa Birunatun. Jadi pengelolan harus mulai dari perencanan sampai pelaksanaan harus benar-benar terbuka. Kalau terbuka dalam pengelolaan dana desa, saya pikir tidak masalah. Kalau rencana seperti apa yang laksanakan seperti itu. Jangan rencana lain, buat lain,”pungkasnya.

Sebelumnya, Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) berhasil menyita satu unit mobil Suzuki Carry bernomor polisi DH 4864, satu unit truk  Mitsubishi Turbo bernomor polisi DH 8581, satu unit mesin cetak batako seharga Rp 15.000.000, serta satu unit sepeda motor Honda Beat, ketika menggeledah rumah tinggal Kepala Desa Birunatun, Martinus Tobu, di Kecamatan Biboki Feotleu, pada Selasa (11/5/2021) lalu.  Penyidik Kejari TTU juga menemukan bukti bahwa istri sang kepala desa, MHN, yang notabene adalah ibu rumah tangga biasa dan tak berpenghasilan tetap, mengoleksi banyak perhiasan emas. Selain itu, untuk mengembalikan kerugian negara sebesar 1,1 miliar yang dikorupsi Kades Birunatun, Martinus Tobu, tim jaksa juga menyita 2 bidang tanah masing-masing seluas satu hektar.

Kepala Desa Birunatun, Kecamatan Biboki Feotleu, Martinus Tobu, ditahan penyidik Kejaksaan Negeri TTU, Senin (10/5/2021) malam. Martinus ditahan lantaran diduga membuat proyek fiktif dan memanipulasi laporan pertanggungjawaban (LPj) Dana Desa tahun 2017  hingga 2020. Kerugian negara yang timbul akibat dugaan tindak pidana korupsi tersebut diperkirakan mencapai 1,5 miliar rupiah. Saat ini Martinus Tobu, telah dilimpahkan Penuntut Umum ke Pengadilan Negeri Tipikor Kupang. (Man)