Aksi Sejumlah Oknum DPRD Berpesta Pora dan Miras Ditengah Pemberlakuan PPKM Berbuntut Hukum

oleh -172 views

 

Voiceoftimor.com, Malaka – Sejumlah oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malaka yang melanggar protokol kesehatan yakni berkaraoke, berdansa, bercha-cha, dan berjoged ria sambil berpesta miras di Kantor DPRD Malaka, setelah menggelar Rapat Paripurna Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah, (Ranperda), Senin (12/7/2021), lalu, akan dikenai sanksi sesuai kode etik DPRD.

Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua  II DPRD Malaka Hendrikus Fahik Taek , kepada awak media di Kantor Sekertariat DPRD Malaka Jumat, (23/7/2021), menanggapi aksi tak terpuji sejumlah oknum Wakil rakyat yang menggegerkan jagad maya, belakangan ini.

“Atas nama pimpinan DPRD Malaka, akan bertindak berkaitan dengan video yang viral di media sosial, karena membuat bapak ibu rakyat malaka menjadi gelisah dan marah,”kata Politisi asal partai PKB itu.

Menurut Hendrik, setelah melihat dan berdiskusi tentang ramainya opini miring terhadap aksi sejumlah oknum DPRD Malaka, pimpinan DPRD memutuskan untuk menindaklanjuti video viral yang meresahkan masyarakat tersebut.

“Saya mengikuti betul perkembangan di media online, cetak  maupun elektronik yang sangat mengganggu dan kami sudah putuskan, apa yang dilakukan teman bapak ibu anggota dewan yang terekam dalam video tersebut kita bakal mengambil tindakan,” jelas Hendrik.

Menurut Hendrik, ada peraturan tata tertib  dan kode etik, terkait perilaku para wakil rakyat dalam video tersebut.

“Kita akan memberkan sanksi sesuai dengan peraturan kode etik yang tentu ada mekanismenya”, katanya.

Hendrik berharap, masayarakat Malaka dimana saja berada, supaya bersabar menunggu kerja Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Malaka dalam menyelesaikan persoalan ini.

“Saya juga berharap pengertian masayarakat bahawa sesungguhnya kejadian itu tidak melalui perencanaan tapi terjadi secara spontanitas. Saya melihat video ini seolah-olah ada pesta besar. Kejadian di dalam video itu sesungguhnya bukan pesta. Itu di luar agenda DPRD,” kata Hendrik.

Hendrik menambahkan, karena kejadian itu meresahkan masayarakat dan menjadi perbincangan publik maka pimpinan DPRD Malaka mengambil langkah – langkah sesuai tata tertib dan kode etik.

Para anggota dewan tersebut terlihat mengenakan safari dan pin kebesaran DPR, sambil berpesta pora ditengah daerah tersebut berstatus zona merah akibat angka Covid-19 terus melonjak.

Salah seorang anggota dewan yang belakangan diketahui bernama Jemi Koi, berasal dari Fraksi Golkar, bertindak sebagai penyanyi. Sementara, tiga anggota DPRD Malaka yakni Mery Kain (Fraksi Golkar), Bernadete Kiik (Fraksi Hanura), Raymundus Seran Klau (Fraksi Golkar), hanyut dalam aksi goyang mereka.

Tampak terlihat dengan jelas, anggota dewan Mery Kain dan Bernadeta Kiik berjoget ria mengapiti Raymundus. Sementara Raymundus dengan kelihaiannya memainkan pinggul dan kepalanya terus terlarut dalam irama musik itu. Ironisnya, para anggota dewan tersebut sama sekali tidak mematuhi protokol kesehatan. Dalam kegiatan hura-hura yang menimbulkan kerumunan lebih dari tiga orang itu.

Tampak terlihat Raymundus berjoget ria sambil menggenggam segelas minuman yang diduga alkohol. Dari peragai yang ditunjukkan oleh oknum anggota DPRD tersebut dapat diduga ia tengah berada dibawah kendali minuman keras.

Aksi yang terekam dalam sebuah video dan diunggah oleh akun Facebook ‘Erika Luruk’, banyak menuai kecaman dari para netizen. Lantaran ditengah jeritan rakyat menahan Kondisi ekonomi yang terus memburuk dari dampak pemberlakuan PPKM akibat pandemi Covid-19, sementara wakil rakyat mereka terus berpesta pora.

Terkait video viral itu, Kapolda NTT, Irjen Pol. Drs. H. Lotharia Latif, mengatakan telah memerintahkan Kapolres Malaka untuk melakukan penyelidikan atas dugaan pelanggaran Prokes dalam pesta Miras itu. (tim)