Tak Berdaya Dengan Aturan Covid, Pria Ini Tawarkan Diri Ujicoba Keganasan Virus Corona Tanpa APD

oleh -434 views

 

Voiceoftimor.com, Sikka – Sebuah video yang diunggah oleh akun Facebook bernama Lamen Dididodo mendadak viral di jagad maya. Dalam video tersebut, seorang pemuda, yang belakangan diketahui identitasnya sebagai Oktavianus Breblito Mitan, warga RT. 003, RW. 002, Dusun Kloangpopot, Desa Kloangpopot, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menawarkan diri membantu pemakaman jenazah pasien positif covid-19 tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD).

Oktovianus mengajukan hal tersebut dengan satu syarat. Apabila 14 hari setelah memakamkan jenazah pasien positif covid-19 tanpa menggunakan APD, ia baik-baik saja dan tidak terpapar virus covid-19 hingga meninggal dunia, maka Pemerintah harus membiarkan masyarakat beraktivitas seperti biasa sebelum adanya pandemi covid-19. Pasalnya, menurut Oktovianus, pembatasan-pembatasan yang diberlakukan setelah adanya pandemi covid-19 sangat meresahkan dan merugikan masyarakat.

“Saya menyatakan, saya siap membantu proses pemakaman jenazah covid-19 bersama para petugas tanpa menggunakan APD. Apabila setelah 14 hari saya dalam keadaan baik-baik saja, maka saya memohon Pemerintah untuk membiarkan kami beraktivitas seperti biasa, biarkan anak-anak bersekolah seperti biasa tanpa ada pembatasan,”ungkap Oktovianus dalam video yang diposting di grup Facebook, FORUM PEDULI RAKYAT SIKKA.

Bukan tanpa alasan Oktavianus mengajukan diri membantu pemakaman jenazah pasien positif covid-19 tanpa APD, ia ingin melakukan hal itu untuk membuktikan apakah benar covid-19 adalah virus yang ganas dan mematikan seperti yang dikatakan oleh World Health Organitation (WHO) dan para tenaga kesehatan, ataukah hanyalah flu biasa. Jika terbukti covid-19 bukanlah virus yang mematikan, maka jenazah pasien terpapar covid-19 biarlah diurus dan dimakamkan secara lebih layak oleh pihak keluarga.

Oktovianus menegaskan dirinya membuat video tersebut tanpa ada dorongan dari pihak manapun. Ia hanya ingin menyuarakan pendapatnya sebagai seorang rakyat kecil. Ia berharap pihak-pihak terkait dapat menanggapi pernyataannya dengan baik tanpa ada kekerasan fisik.

“Saya hanya masyarakat kecil yang mau menyuarakan pendapat saya. Kami membutuhkan pembuktian, karena saya pribadi sangat merasa resah dengan adanya aturan-aruran Pemerintah. Bukan melawan aturan Pemerintah melainkan hanya perlu bukti. Semoga video ini ditanggapi dengan baik oleh pihak-pihak terkait tanpa ada kekerasan fisik. Saya menunggu respon baik dari pihak terkait,”pungkasnya.(Man)