Tak Terima Jenazah Dicovidkan Keluarga Seruduk RS Leona

oleh -1.795 views

 

Voiceoftimor.com, Kefamenanu – Puluhan warga Desa Nainaban, Kecamatan Bikomi Nilulat ramai-ramai menggeruduk Rumah Sakit (RS) Leona Kefamenanu. Aksi puluhan warga itu lantaran tak terima kematian kerabat mereka divonis Covid-19, oleh pihak RS Leona.

Pasien yang belakangan diketahui identitasnya sebagai Yoseph Taeki Lake, warga Nainaban, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara itu, meninggal dunia pada Senin (2/8/2021) sekira pukul 09.00 Wita setelah menjalani perawatan di RS Leona.

Awalnya Almarhum yang menderita stroke selama dua tahun itu jatuh dan mengalami benturan di dada dan mengakibatkan sesak napas. Pihak keluarga lalu memutuskan merawat di RS Leona pada Sabtu (31/8/2021).

“Kami datang hari Sabtu. Bapak saya langsung menjalani Rapid Antigen dan hasilnya dinyatakan positif dan harus ditangani sesuai protokol kesehatan. Kami lalu menolak dan merawat sementara di rumah keluarga di Kilometer 6. Lalu pada Hari Minggu (1/8/2021) sore, tiba-tiba tim Satgas jemput Bapak saya dengan alasan harus dirawat di RS Leona. Lalu pagi ini meninggal divonis Covid-19 ,” protes anak Almarhum, Kristo Lake.

Kristo menjelaskan, Pihak RS Leoana menyatakan bahwa  hasil rapid antigen Almarhum positif dan jenazahnya akan dimakamkan secara protokol covid-19. Pihak keluarga tidak terima dan bermaksud membawa paksa jenazah untuk dikebumikan dengan cara yang lebih layak.

“Keluarga tidak terima mati karena Covid-19. Bapak saya di bawa ke sini karena struk lalu jatuh dan terbentur sebanyak empat kali. Sehingga mengeluh sakit dibagian dada dan perut,” cetus Kristo.

Pihak keluarga sempat bersitegang dengan polisi yang berjaga. Karena pihak keluarga ingin memaksa masuk ke rumah sakit untuk membawa pulang jenazah. Aksi dorong sempat terjadi, karena warga memaksa masuk.

Sementara aparat keamanan Polres TTU dan Kodim 1618/TTU dan Satuan Polisi Pamon Praja, dibawah pimpinan Kabag Ops Polres TTU, AKP Joni Simon, berusaha memfasilitasi salah satu tim medis perwakilan RS Leona dan menjelaskan kepada keluarga, jika Almarhum meninggal akibat Covid-19.

“Hari Sabtu datang ke sini keluhan sesak napas dan lemas. Setelah Rapid Antigen hasilnya positif dan keluarga minta pulang. Lalu pada Hari Minggu dibawah kembali dan hari ini meninggal. Memang Almarhum memiliki riwayat stroke tapi penyebab kematian karena Covid-19,” jelasnya singkat meninggalkan keluarga Almarhum.

Pihak kepolisian, TNI dan Sat Pol.PP kemudian berupaya berkoordinasi dengan pihak keluarga guna pemakaman jenazah menggunakan protokol kesehatan covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus Covid-19 Bijaelsunan. Setelah menempuh dialog bersama keluarga, jenazah almarhum dimakamkan secara protokol kesehatan covid-19.(Man)