Kasus Pencurian Sapi Kembali Marak, Warga Laporkan ke Polisi

oleh -353 views

 

Voiceoftimor.com, Kefamenanu – Kasus pencurian ternak kembali terjadi di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Satu ekor sapi milik Fidelis Sakarias Mario Nule, warga Jalan Sonbay, RT 031, RW 004 Kelurahan Kefamenanu Tengah, Kecamatan Kota Kefamenanu, yang tengah diikat di kebunnya di Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan hilang tak berjejak. Sementara seekor sapi lainnya ditemukan terluka pada paha kiri.

Kasus pencurian ternak itu diketahui terjadi pada Minggu (1/8/2021). Saat itu, sekira pukul 15.00 Wita, korban memperoleh informasi dari kerabatnya bahwa dua ekor sapi miliknya yang tengah diikat di kebunnya hilang. Setelah mendapat informasi tersebut, korban kemudian pergi ke kebun untuk memastikan kebenarannya. Ternyata benar, dua ekor sapi yang semula diikat di kebunnya tidak ditemukan.

Korban kemudian bergegas melakukan pencarian di sekitar lokasi kebun. Setelah beberapa waktu, ia menemukan seekor sapi betina miliknya yang tengah terkapar tak berdaya. Setelah diperika, ternyata ada luka potong di bagian paha kiri. Sementara, saru ekor sapi betina lainnya tidak daapt ditemukan.

“Saya ikat dua ekor sapi betina itu di kebun saya. Pada Minggu sore, saya dapat telepon dari kerabat bahwa sapi saya hilang. Saya ke sana dan langsung mencari. Saya hanya temukan satu ekor dalam keadaan terluka. Satu ekor lagi mungkim sudah dibawa pencuri,” kisah Fidelis.

Atas peristiwa tersebut, pada Selasa (3/8/2021) ia mendatangi Mapolres TTU untuk melaporkan kasus pencurian ternak yang ia alami. Ia berharap pihak kepolisian dapat segera meringkus para pelaku pencurian ternak tersebut dan memproses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas ketika dikonfirmasi, Rabu (4/8/2021), membenarkan pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait kasus pencurian ternak sapi yang terjadi di Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan. Saat ini, pihaknya tengah menyelidiki keberadaan komplotan pencuri ternak tersebut. Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengamankan ternak dan hewan peliharaannya.(Man)