Covid-19 Meningkat Pesat di NTT, Presiden Peringatkan Kepala Daerah Segera Bertindak

oleh -229 views

Voiceoftimor.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo meminta kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur, Victor Bungtilu Laiskodat, untuk merespon peningkatan jumlah pasien positif covid-19 di wilayah NTT. Pasalnya, dalam sepekan terakhir ini terjadi peningkatan yang cukup signifikan dengan angka tertinggi sebanyak 3.598 kasus dalam sehari. Seluruh stakeholder diminta bekerja sama untuk membatasi mobilitas masyarakat dan menggalakkan proses tracking, testing, dan treatment (3T).

Dalam video yang beredar luas di media sosial, nampak Presiden Joko Widodo tengah melaksanakan telekonferensi bersama jajaran kepala daerah dan TNI-Polri. Dalam telekonferensi itu, Presiden Joko Widodo memberikan peringatan khusus bagi Gubernur dan para kepala daerah di wilayah NTT, termasuk TNI-Polri untuk memberikan respon cepat terhadap peningkatan jumlah pasien positif covid-19 di wilayah tersebut.

“Yang perlu hati-hati NTT. Dalam seminggu kemarin, saya lihat mulai dari tanggal 1 Agustus ada 886 kasus baru, tanggal 2 Agustus ada 410 kasus baru, tanggal 3 Agustus ada 608 kasus baru, pada tanggal 4 Agustus ada 530 kasus baru. Tetapi, lihat tanggal 6 kemarin ada 3.598 kasus baru. Angka-angka seperti ini harus direspon secara cepat,”tegas Presiden Joko Widodo.

Presiden Jokowi meminta Gubernur NTT dan para kepala daerah di wilayah tersebut, termasuk TNI-Polri agar bekerja sama membatasi mobilitas masyarakat. Pasalnya, peningkatan kasus positif Covid-19 yang begitu besar harus ditanggulangi dengan membatasi mobilitas manusia paling tidak dalam dua pekan penuh. Hal itu dilakukan untuk mencegah meluasnya penyebaran covid-19.

Selain itu, Pemerintah Daerah bersama TNI-Polri harus segera menggalakkan proses 3T. Masyarakat yang positif covid-19 harus segera ditemukan dan diwajibkan menjalani rapid dan swab tes serta isolasi mandiri. Hal tersebut harus direspon secara cepat. Jika tidak, maka pasien positif covid-19 berpeluang menyebarkan covid-19 kepada orang lain dalam jumlah yang lebih banyak.

Para pasien yang dinyatakan positif covid-19 harus segera menjalani isolasi baik secara mandiri maupun terpusat. Gubernur, bupati, dan walikota berkewajiban menyiapkan isolasi terpusat di wilayah masing-masing. Jumlah lokasi isolasi terpusat yang dipersiapkan berkisar antara 2 sampai dengan 10 lokasi.

“Sekali lagi, segera temukan dan tes, kemudian tracking dia kontak dengan siapa. Segera bawa dan ajak mereka masuk ke isolasi terpusat. Ini tugasnya gubernur, bupati, dan walikota, untuk menyiapkan isolasi terpusat di wilayah masing-masing bisa jumlahnya 2 atau 10. Bisa memakai sekolah, bisa memakai balai atau gedung-gedung olahraga seperti yang terjadi di provinsi-provinsi di Pulau Jawa,”pungkas Presiden Jokowi.(Man)