Bakti Pasutri Bhayangkara Kembalikan Harapan Anak-Anak Korban Seroja

oleh -146 views

Voiceoftimor.com, Kupang – Badai siklon tropis Seroja yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa awal April 2021 lalu menyisakan cerita pilu bagi masyarakat Kota Kupang. Banyak masyarakat kehilangan tempat tinggal dan terpaksa harus menumpang di rumah kerabat atau bahkan mengontrak rumah. Kondisi tersebut juga berdampak bagi anak-anak korban badai siklon tropis Seroja.

Melihat kondisi itu, Bripka Joe Kristofel Neno dan Bripka Honey Balita Bait, pasangan suami istri yang masing-masing bertugas di Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Direktorat Lalu Lintas Polda NTT, tergerak untuk berbuat sesuatu bagi anak-anak korban badai seroja. Keduanya sepakat membuka posko kemanusiaan di rumah mereka. Sebanyak 200 lebih anak-anak korban badai seroja menjadikan posko tersebut sebagai lokasi bermain dan belajar.

Bripka Joe Kristofel Neno sehari-hari bertugas di Satuan Brimob Polda NTT khususnya di Detasemen Gegana Subden Bantis. Bripka Joe sudah bertugas di detasemen tersebut kurang lebih 18 tahun. Sehari hari selain melaksanakan tugas, ia dan rekan-rekannya di Detasemen Gegana juga melaksanakan latihan rutin setiap hari setelah melaksanakan apel pagi. Latihan tersebut dilaksanakan sesuai motto Brimob yaitu tiada hari tanpa latihan.

Setelah melaksanakan tugas di detasemen gegana, Bripka Joe pulang ke rumah dan bersama istri Bripka Honey Balita Bait yang bertugas Ditlantas Polda NTT melanjutkan tugas lain yaitu mengurus anak-anak korban badai seroja. Kegiatan tersebut sudah ditekuni sejak tanggal 5 April 2021 lalu. Awalnya, jelas Bripka Joe, jumlah anak-anak korban seroja sekitar 200 orang lebih. Namun, sekarang berkurang sisa 70 orang lebih karena anak-anak lainnya ikut bersama orangtuanya yang pindah ke rumah kerabat dan mengontrak atau indekos. Anak-anak yang tersisa saat ini masih tinggal bersama-sama mereka.

Menurut Bripka Joe, posko tersebut awalnya  dibuka atas inisiatif sang istri, karena ia adalah pencinta anak-anak. Seiring berjalannya waktu, ia dan sang istri menyadari ternyata bukan hanya anak-anak  yang mengalami dampak bencana tetapi ada orang tua juga yang membutuhkan uluran tangan. Karena melihat kondisi ini, ia bersama sang istri pun berusaha menggalang donatur agar bisa membantu masyarakat korban bencana seroja. Mereka bukan saja kehilangan rumah, tanah, dan harta benda tetapi juga kehilangan harapan.

“Kami juga menyediakan wifi gratis untuk mereka, karena mayoritas anak-anak di masa pendem ini belajar online. Mereka sangat terbantu. Dengan wifi ini, mereka bisa menyelesaikan tugas dan mengirimkan tugas kepada guru tanpa harus terbebani dengan pulsa data atau harus pergi ke sekolah secara langsung,”ungkap Bripka Joe.

Ia sangat berterima kasih kepada Dansat Brimob Polda NTT dan Dirlantas Polda NTT yang berkenan menyalurkan bantuan, walaupun ia dan istrinya tidak pernah meminta secara langsung. Atas inisiatif dan niat baik kedua pimpinan, pihaknya menerima bantuan di posko anak-anak korban badai seroja dan Covid-19. Ia berharap Pemerintah segera membantu menyediakan tempat tinggal yang layak kepada orang tua mereka, sehingga anak-anak tersebut pun segera keluar dari masa-masa yang sulit dan dapat menatap masa depan yang penuh harapan cerah.

Bripka Honey Balita Bait menuturkan dirinya sudah bertugas di Direktorat Lalu Lintas Polda NTT selama kurang lebih 7 tahun dan ditugaskan di Samsat Kota Kupang. Ia dan suaminya berkomitmen membimbing dan merawat anak-anak di posko yang disediakan keduanya bagi anak-anak terdampak badai seroja dan juga terdampak Covid-19.

Bripka Honey mengungkapkan ia dan suaminya terdorong membuat posko untuk anak-anak karena semua sentuhan dari hati. Setiap hari, ia dan suaminya membimbing, merawat, dan mengajarkan anak-anak tentang protokol kesehatan dan juga membantu orang tua mereka. Setiap hari Minggu, mereka mengajarkan Sekolah Minggu kepada anak-anak dan orang tua mereka membantu memasak di dapur. Ia juga membimbing anak-anak dalam menjalani aktivitas belajar setiap hari.

Ia mengakui, aktivitas membimbing anak-anak di posco memang berat. Namun, di sisi lain, bagi Bripka Honey, anak-anak itu adalah malaikat yang terlihat. Ia dan suaminya tak sendirian, ada atasan dan rekan-rekan mereka yang membantu. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kapolda NTT bersama istri yang juga turun langsung ke lapangan bersama beberapa bhayangkari untuk melihat langsung dan membantu membuat kue untuk anak-anak dan orang tua korban bencana badai seroja. Rekan-rekannya sesama Polwan Polda NTT juga mendukungnya dengan berbagai cara seperti membatu menyumbangkan sembako, pakaian, dan buku belajar untuk anak-anak.

“Ini adalah tantangan yang terbesar bagaimana kami harus membuat mereka untuk tersenyum kembali. Semoga Pemerintah bisa membantu mereka untuk untuk berkumpul kembali bersama keluarga dengan menyediakan tempat tinggal bagi mereka. Dengan tempat tinggal yang baru, mereka bisa berkumpul kembali dan hidup berbahagia dengan keluarga masing-masing,”pungkasnya.

Sementara itu, Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto, mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi niat baik pasangan suami istri Bripka Joe Kristofel Neno dan Bripka Honey Balita Bait yang menjadikan rumah mereka sebagai posco penanganan anak-anak korban bencana seroja dan Covid-19. Upaya yang dilakukan kedua Bhayangkara tersebut jelas memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar, terutama dalam membantu masyarakat yang terdampak badai siklon tropis seroja dan covid-19.

“Aksi nyata pasangan suami istri anggota Polri ini tentunya bisa menjadi contoh dan teladan bagi anggota Polri lainnya. Mereka dengan sigap memberikan bantuan kepada masyarakat dari apa yang mereka miliki. Mereka menjadikan tempat tinggal mereka sebagai posco belajar dan bermain bagi anak-anak korban badai seroja dan covid-19,”pungkasnya. (Ra)