Setelah Geledah Rumah Kades dan Bendahara, Penyidik Mulai Gilir Saksi-saksi

oleh -689 views

Voiceoftimor.com, Kefamenanu – Pascamelakukan penggeledahan di rumah pribadi Kepala Desa Makun, Kecamatan Biboki Feotleu, Matheus Anoit, rumah Bendahara Desa Makun, Yohanes Afeanpah, dan Kantor Desa Makun pada Jumat (20/8/2021) lalu, Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (Kejari TTU) akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi guna menemukan atau menentukan siapa pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan Dana Desa Makun tahun 2014 sampai dengan 2020.

Pihak Kejari TTU akan berupaya dalam waktu yang tidak terlalu lama untuk segera menindaklanjuti penanganan kasus dugaan korupsi tersebut dengan penetapan tersangka. Hal itu dilakukan agar memperoleh titik terang dalam penanganan dan penuntasan kasus tersebut

“Ini merupakan bagian dari langkah-langkah penyidikan yang kami lakukan untuk memperoleh bukti dan membuat terang kasus ini. Dengan demikian, kita kemudian bisa menentukan siapa tersangka dalam perkara ini,”ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) TTU, Roberth Jimmy Lambila, Senin (24/8/2021).

Roberth membeberkan, penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan Dana Desa Makun telah dilakukan berdasarkan surat perintah penyidikan Kajari TTU nomor 303 tanggal 13 Agustus 2021. Penyidikan tersebut bersumber dari laporan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan intelijen. Dari hasil penyelidikan intelijen dapat disimpulkan terdapat indikasi adanya perubuatan melawan hukum atau penyalahgunaan kewenangan yang menimbulkan kerugian keuangan negara.

Melihat fakta tersebut, dirinya selaku Kajari TTU menerbitkan surat perintah penyidikan. Setelah penerbitan surat perintah penyidikan, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Hingga saat ini, pihaknya telah memeriksa lima orang saksi dan dalam pekan ini pihaknya telah menjadwalkan pemeriksaan tambahan terhadap 10 orang saksi.

Sementara itu, proses penggeledahan telah dilakukan pada Jumat, 20 Agustus 2021 lalu. Penggeledahan tersebut dilakukan pihaknya untuk kepentingan penyelidikan berdasarkan penetapan Pengadilan Tipikor Kupang nomor 9 tanggal 16 Agustus 2021. Setelah ada persetujuan dari Pengadian Tipikor, dirinya selaku Kajari TTU menerbitkan surat perintah penggeledahan dan oleh tim penyidik yang dipimpin oleh kasi pidsus dan kasi intel melakukan penggeledahan.

“Mengingat objek penggeledahan itu jauh dari Kota Kefa, kalau dihitung lama perjalanannya sekitar 3 jam, maka penyidik mempersiapkan diri untuk berangkat dari kefa sekitar jam 5 dini hari sehingga mereka tiba di sana sekitar jam 8 dan melakukan penggeledahan,”jelas Roberth.

Dari hasil penggeledahan itu, penyidik menemukan barang bukti yang punya nilai pembuktian terkait dengan penyidikan tersebut. Barang bukti yang ditemukan antara lain uang tunai di dua tempat penyitaan yaitu dirumah Kepala Desa Makun, Matheus Anoit,dengan jumlah uang tunai sebesar Rp 157.592.000, dan di rumah Bendahara Desa Makun, Yohanes Afeanpahsebesar Rp 71.630.000. Selain uang tunai, penyidik juga menemukan dokumen-dokumen yang terkait pengelolaan dana desa tersebut.

“Barang bukti yang kami dapatkan memiliki peran yang besar dalam memerangi tindak pidana korupsi ini,”pungkasnya.(Man)