Partai Demokrat Kembali Diguncang Prahara, Kubu Moeldoko Dibubarkan Kubu AHY Saat Gelar Pertemuan

oleh -374 views

Voiceoftimor.com, Jakarta – Upaya kubu Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat dari tangan Agus Harimurti Yudhoyono ,(AHY), seakan tak lekang dari waktu. Semangat kelompok tersebut tak kendor meski secara legalitas formal Partai Demokrat dibawah kendali AHY.

Hal itu terbukti Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono kembali menggeruduk acara yang dihelat oleh kubu Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko di Hotel JHL Solitaire Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten pada Jumat (10/9/2021) malam.

Berdasarkan keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, dari Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, seperti dikutip media ini, aksi penggerudukan dipimpin oleh Ketua DPD Partai Demokrat Banten, Iti Jayabaya.

Iti mendatangi lokasi bersama jajaran DPD Partai Demokrat Banten, DPC Partai Demokrat Tangerang Raya, dan beberapa pengurus DPP Partai Demokrat, Irwan, Zulfikar Hamongan, Ricky Kurniawan, Cipta Panca Laksana, serta Amal Ghozali.

Dalam kesempatan itu, Demokrat kubu AHY melakukan aksi pencopotan atribut Partai Demokrat yang berada di sekitar lokasi. Aksi pencopotan atribut itu pun dibantu oleh aparat kepolisian.

“Pada hari ini, seharian kita berkumpul, mencoba menegosiasikan apa yang kita inginkan terhadap marwah partai kita, yang kita cintai dan Alhamdulillah tadi mereka sudah melakukan kesepakatan untuk membubarkan dan mencopot atribut Demokrat yang berada di lokasi acara,” kata Iti.

Sebelumnya, Politikus Partai Demokrat kubu Moeldoko, Hengky Luntungan menyampaikan acara yang digelar pihaknya terkait Haul Pendiri Partai Demokrat.

Menurutnya, acara tersebut digelar untuk meluruskan sejarah pendirian Partai Demokrat, khususnya seputar keterlibatan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Ini kan Haul Pendiri Partai [Demokrat]. Kita hanya meluruskan sejarah berdirinya partai. Betul [meluruskan sejarah keterlibatan SBY], mulai jam 19.00 WIB,” kata Hengky saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (10/9/2021).

Namun, dia menjelaskan Moeldoko tidak akan hadir dan menyampaikan pidato dalam acara tersebut, baik secara fisik atau dalam jaringan (daring).

Hengky berkata, agenda dalam acara tersebut ialah menonton tayangan tentang sejarah berdirinya Partai Demokrat secara bersama-sama.

Terkait polemik kepemimpinan Partai Demokrat, pemerintah telah menolak pendaftaran hasil kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat yang digelar kubu Moeldoko di Deli Serdang. Hasil KLB tersebut dinilai belum melengkapi sejumlah dokumen, antara lain soal DPC, DPD, hingga surat mandat.

“Dengan demikian, pemerintah menyatakan bahwa permohonan hasil kongres luar biasa di Deli Serdang tanggal 5 Maret 2021 ditolak,” ujar Yasonna, Rabu (31/3/2021). (Mts/pmg/Ar).