Ansy Lema Wujudkan Janji Perjuangkan Traktor Roda Empat Untuk Unimor

oleh -81 views

Voiceoftimor.com, Jakarta – Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan Yohanis Fransiskus Lema, atau sering disapa Ansy Lema berhasil memperjuangkan Traktor Roda Empat untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) mahasiswa pertanian di Universitas Timor (Unimor).

Bantuan tersebut adalah hasil kerja sama Ansy Lema dengan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian (Kementan). Bantuan tersebut telah tiba di Unimor dan diserahkan langsung secara virtual oleh Ansy Lema kepada Civitas Akademika Unimor, Jumat (17/9/2021).

“Saya baru saja menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) Traktor Roda Empat kepada Fakultas Pertanian Unimor, hasil kerja sama dengan Ditjen PSP Kementan. Saya berharap, bantuan alsintan ini dapat mendukung kegiatan akademik mahasiswa pertanian dalam kegiatan pembelajaran dan praktek di lahan kering,” ujar Ansy Lema dalam Press rilis yang diterima media ini.

Penyerahan Traktor Roda Empat dilakukan langsung secara virtual oleh Ansy Lema kepada Rektor Unimor, Stefanus Sio, disaksikan Para Wakil Rektor, Dekan Fakultas, Ketua Lembaga, serta Badan Eksekutif dan Legislatif Mahasiswa Fakultas Pertanian Unimor.

Ansy menceritakan ihwal perjuangannya mendatangkan bantuan traktor roda empat untuk Unimor. Pada Desember 2019, ia mengunjungi Fakultas Pertanian dan Peternakan dan Pusat Studi Lahan Kering Unimor setelah menjadi pembicara kunci dalam Seminar Nasional di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unimor. Saat itu, ia mendengar aspirasi para dosen dan mahasiswa perihal kebutuhan alsintan berupa Traktor Roda Empat untuk mendukung kegiatan akademik di Fakultas Pertanian.

“Sepulang dari Unimor, aspirasi tersebut saya sampaikan kepada Ditjen PSP Kementan. Syukur Puji Tuhan, aspirasi tersebut ditanggapi serius, yang berujung pada penyerahan Traktor Roda Empat pada hari ini,” lanjutnya.

Ansy mengaku, dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan dengan mitra Komisi IV, ia menggandeng para dosen dari Fakultas Pertanian dan Peternakan untuk melakukan edukasi bagi para petani dan peternak. Misalnya, keterlibatan para dosen mendampingi kelompok tani hutan dalam program Bang Pesona yang merupakan kerja sama Ansy dengan Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Dan Kemitraan Lingkungan (Ditjen PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Sebelum memberi bantuan Bang Pesona, para Dosen melakukan survei lokasi, kesiapan calon penerima dan berbagai hal yang dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan program tersebut agar tepat sasar dan bermanfaat. Tidak hanya itu, kelompok penerima bantuan didampingi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat tani hutan. Para dosen juga dapat melakukan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi,” katanya.

Ansy Lema mendorong Unimor menjadi agen perubahan yang menghasilkan manusia-manusia unggul. Dua pusat studi Unimor, yakni Pusat Studi Perbatasan dan Pusat Studi Lahan Kering memiliki posisi strategis untuk memberikan kontribusi ilmiah terhadap pengambilan kebijakan terkait pembangunan perbatasan, termasuk mempersiapkan SDM perbatasan yang mampu berinovasi dalam bidang pertanian dan peternakan.

“Unimor harus menciptakan inkubator-inkubator yang menjadi role model pengembangan lahan kering dan pengelolaan perbatasan. Saya siap bersinergi dengan Unimor agar dapat menjadi pusat ilmu pengetahuan dan praktek inovatif pengembangan pertanian dan peternakan di perbatasan,” tutupnya.(Man)