Pimpinan Teroris Pembantai Warga Sipil Tewas, Saat Kontak Senjata Dengan Aparat

oleh -968 views

Voiceoftimor.com, Palu – Pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Sulawesi Tengah, Ali Ahmad alias Ali Kalora tewas dalam kontak tembak. Aliran merupakan buronan kakap yang menjadi kejaran aparat selama ini, lantaran disebut terlibat pembantaian terhadap sejumlah warga sipil di daerah tersebut.

Mereka tewas dalam kontak tembak antara Satuan tugas Madago Raya dengan anggota kelompok yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) teroris, di Pegunungan Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (18/9/2021) pukul 17.20 WITA, dikutip media ini dari CNNIndonesia.com

Selain Ali Kalora, satu orang anggotanya juga meninggal, yakni Jaka Ramadhan alias Ikrima.

“Benar telah terjadi kontak senjata di wilayah Astina, Torue, Parigi Moutong dengan DPO teroris Poso. Akibat kontak itu, dua orang terduga teroris Poso tewas. Keduanya diduga Ali Kalora dan Jaka Ramadhan,” jelas Danrem 132 Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf, dalam keterangannya, Sabtu (18/9/2021).

Dengan tewasnya kedua orang ini, Satgas masih memburu empat orang yang masih DPO, yakni Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Mukhlas, Rukli, dan Suhardin alias Hasan Pranata.

Sebelumnya, Ali Kalora disebut aparat sebagai pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur di Poso. Ia mewarisi tongkat kepemimpinan dari Santoso yang lebih dulu tewas.

Untuk diketahui pada Mei 2021 lalu, Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Didik Supranoto menyatakan pada bahwa warga Desa Kilimago, Poso, Sulawesi Tengah yang dibunuh kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora cs berjumlah empat orang.

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Didik Supranoto menuturkan bahwa kejadian itu terjadi pada pukul 07.30 WITA.

“TKP ladang atau perkebunan,” kata Didik kepada wartawan, Selasa (11/5/2021).(jfr/arh/Ar)