Napi Teroris Ini Sembunyikan Bahan Peledak Berkekuatan Tinggi Sebelum Diledakkan

oleh -129 views

Voiceoftimor.com, Jakarta – Narapidana terorisme (napiter) Imam Mulyana mengaku tak menyangka bahwa bahan peledak berjenis Triperoxide (TATP) yang dimilikinya itu memiliki kekuatan yang besar. Diketahui, bom tersebut berhasil ditemukan Densus 88 Antiteror Polri usai disembunyikan Imam di sekitar Gunung Ciremai, Majalengka, Jawa Barat.

Imam yang ditangkap pada 2017 baru mengaku kepada aparat bahwa dirinya masih menyimpan bom seberat 35 kilogram di sekitar gunung itu pada 2021. Bom yang ditemukan itu kemudian diledakkan atau disposal oleh aparat.

“Saya sendiri tidak menyangka bahwa ternyata sangat berbahaya. Sehingga ketika mendengar ledakan tersebut saya menangis. Menangis karena setelah saya menyadari begitu berbahayanya barang tersebut,” kata Imam dalam rekaman video yang diterima CNNIndonesia.com dari Densus 88, Senin (4/10/2021).

Ia bersyukur bahwa bom tersebut ditemukan aparat sebelum disalahgunakan oleh orang-orang tertentu untuk melakukan kejahatan. Imam tak bisa memikirkan seberapa banyak korban atau kerusakan yang dapat timbul dari barang itu.

Napiter yang ditempatkan di Lapas Gunung Sindur itu mengatakan bahwa dirinya menyesal atas keterlibatannya dalam jaringan teroris yang membawanya memiliki bom tersebut.

“Saya merasa menyesal, saya merasa bersyukur bahwa barang tersebut dengan haqqul yakin saya serahkan kepada pihak yang berwenang. Kepada pihak yang bisa menanganinya,” ucap dia.

Diketahui, bom tersebut ditemukan pada Jumat (1/10) di ketinggian 1.450 MDPL seputaran Blok Cipater, Desa Bantar Agung, Sindanwangi, Majalengka, Jawa Barat. Pencarian Densus dilakukan usai Imam mengakui masih menyimpan bahan peledak.

Bom yang diledakkan itu menimbulkan getaran yang hebat hingga lubang di permukaan tanah, pecahan batu, hingga tanah longsor di sekitar kawasan Gunung itu. Selain itu, 50 gram TATP membuat lubang berdiameter 1 meter dengan kedalaman 20 cm.

Imam merupakan narapidana terorisme yang ditangkap terkait dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Ia diringkus ketika Jokowi hendak menghadiri acara penutupan kegiatan Festival Keraton Nusantara (FKN) ke IX pada 2017 di Taman Gua Sunyaragi.

Tiga jam sebelum Presiden mendarat, Densus menemukan gerak-gerik seorang pemuda di dekat Bandara Cakrabuana, Cirebon dan melakukan penangkapan. Tim menemukan sebuah koper berisi sangkur, airsoft gun, buku ajakan berjihad dan beberapa benda mencurigakan lain. (mjo/ain/Ar).