Polisi Didesak Ungkap Jaringan Pencurian Sapi Ratusan Ekor di Biboki

oleh -4.992 views

Voiceoftimor.com, Kefamenanu – Gerakan Rakyat Peduli Demokrasi dan Keadilan (GARDA) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), meminta Polres TTU segera membongkar jaringan mafia pencurian ternak sapi di Kecamatan Biboki Utara, Biboki Feotleu, dan Biboki Tanpah. Pasalnya, aksi pencurian ternak sapi yang marak dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini sangat meresahkan masyarakat.

Terdapat ratusan ekor ternak warga di tiga kecamatan tersebut yang raib akibat ulah para  jaringan mafia pencurian ternak sapi itu. Sayangnya, pihak kepolisian seolah-olah pasrah melihat kenyataan tersebut tanpa mengambil tindakan apapun.

“Kita minta pihak Polres TTU bertindak serius untuk membongkar jaringan mafia pencurian sapi yang marak di Biboki selama tiga tahun terakhir. Kejadian kemarin di Oekopa itu sebenarnya pelakunya tidak hanya satu orang, tapi kebetulan satu orang itu yang ditangkap. Polisi harus mengusut keterangan dari pelaku yang ditangkap agar bisa mengantongi identitas rekan-rekannya yang terlibat dalam pencurian,”tegas Ketua Garda TTU, Paulus Bau Modok, Kamis (14/10/2021).

Menurut Paulus, kemungkinan besar ada pihak-pihak yang berperan sebagai mata-mata untuk memberi informasi kepada para jaringan mafia pencurian ternak. Tak hanya itu, daapt dipastikan juga ada penadah dan aktor intelektual di balik aksi pencurian ternak tersebut.

“Aksi ini harus dibongkar sehingga masyarakat yang selama ini merasa terancam bisa kembali tenang. Pihak kepolisian harus berani membongkar jaringan mafia ini. Sudah ratusan ekor yang hilang. Sangat disayangkan masyarakat menjadi korban pencurian, tapi jaringan itu tidak bisa dibongkar. Tentu ada penadah sapi curian, ada yang jadi aktor intelektual dibalik aksi pencurian tersebut. Itu harus dibongkar semua,”jelasnya.

Ia menambahkan, jumlah pencurian ternak sapi begitu besar, namun anehnya pihak kepolisan tidak bisa mengungkap aksi pencurian ini. Sepertinya polisi hanya pasrah melihat keadaan itu tanpa mengambil tindakan.

“Kemarin satu kandang ada 16 ekor. Seandainya pemiliknya tidak sadar, pasti mereka bawa. Ini bukan terjadi satu dua kali, tapi sudah terus-terusan. Kelihatannya polisi aman-aman saja terhadap persoalan ini,”pungkasnya.

Sebelumnya, Antoni Batista, (29) warga Kampung Sukabitetek, Desa Lentolu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, babak belur dikeroyok massa saat tertangkap tangan mencuri sapi milik warga  Desa Oekopa, Kecamatan Biboki Tanpah, Senin (11/10/2021). AB diketahui bersama dua rekannya melancarkan aksi mereka dengan membobol kandang sapi milik Fransiskus Fouk pada dini hari sekira pukul 01.30 Wita.

Namun, untung tak dapat diraih, setelah berhasil membobol kandang dan menggiring sekitar 16 ekor sapi menyeberang hingga ke kecamatan tetangga, aksi ketiga pencuri itu diketahui pemilik sapi dan warga sekitar. Setelah melakukan pengejaran, warga akhirnya membekuk AB, sementara dua rekannya berhasil kabur. AB kemudian dikeroyok massa hingga babak belur.(Man)