Garda Desak Kejaksaan Segera Ungkap Dugaan Korupsi Dana Desa Manumean

oleh -626 views

Voiceoftimor.com, Kefamenanu – Ketua Gerakan Rakyat Peduli Demokrasi dan Keadilan (Garda) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Paulus Bau Modok, meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) TTU, segera mengungkap skandal dugaan korupsi dana desa di Desa Manumean, Kecamatan Biboki Feotleu, Kabupaten TTU. Pasalnya, pengelolaan dana desa setempat di kepemimpinan Kepala Desa, Yoseph Bukifan, diduga kuat telah terjadi penyimpangan sejak tahun 2017 hingga 2021.

Ada pun item pekerjaan yang diduga diselewengkan oleh Kepala Desa Manumean, pada tahun 2017 antara lain, pembangunan satu unit sumur bor dengan pagu dana Rp. 303.406.553. Namun, pembangunan tersebut tidak terlaksana alias fiktif. Pembangunan Jalan Usaha Tani Aklerun, sepanjang 600 meter, dengan pagu dana Rp.332.546.798, dikerjakan asal jadi. Masih pada tahun yang sama, sang kepala desa bahkan mendesain sebuah program fiktif dan mengalokasikan dana sebesar RP.52.500.000, dengan dalil penguatan Bumdes.

Selanjutnya pada tahun 2018, sang kepala desa memprakarsai program fiktif berupa pembangunan sanitasi lingkungan dengan pagu anggaran senilai Rp. 120.000.000. Tak hanya itu ada pembangunan Jalan Usaha Tani Haumeniana dengan nilai kontrak Rp.221.255.000, dikerjakan asal jadi. Bahkan pembayaran HOK kepada masyarakat pun tidak dilakukan. Pemasangan listrik kepada 87 KK dengan dana Rp.173.663.100. Sayangnya dana tersebut tak menjangkau 87 KK yang telah terdata. Ironisnya sebagian warga membayar dengan dana pribadi.

Tak hanya itu, dugaan penyelewengan dana desa dilakukan oleh Kepala Desa Yoseph Bukifan, juga dilakukan pada tahun 2019, 2020 dan 2021, seperti pada item kegiatan pembangunan sarana air bersih, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan lansia, pembangunan rumah layak huni, pembangunan WC sehat, serta sejumlah item pembangunan lainnya.

“Dugaan sementara dana desa yang diselewengkan oleh Kepala Desa Manumean diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Dan untuk kasus ini sendiri sudah di laporkan ke Kejaksaan beberapa bulan yang lalu. Masyarakat berharap Kejari TTU dibawah kepemimpinan Bapak Roberth Jimmy Lambila, segera mengusut tuntas kasus ini,” pinta Paulus, Selasa (26/10/2021), di Kefamenanu.

Modok menambahkan, rincian item pekerjaan yang diperoleh pihaknya saat melihat secara kasat mata di lapangan semakin menguatkan dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kepala Desa setempat. Lantaran masih banyak item kegiatan belum selesai dikerjakan di lapangan hingga kini. (Man)