Ditolak RSUD W.Z Yohanes Kupang, Bocah Penderita Kangker Pasrah

oleh -250 views

Voiceoftimor.com Kupang -Bocah penderita kangker, Martinus Bait (14), hanya bisa menangisi keadaannya ditemani sang ibu yang sesekali terlihat menyeka air matanya saat ditemui media ini.

Bocah asal Desa Fatukona, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang itu ditolak oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) W.Z.Yohanes Kupang, saat hendak berobat. Ia ditolak dengan alasan kartu BPJS miliknya tak aktif.

Kepada media ini, Rabu (3/11/2021), Hagar Appa, Ibunda dari Martinus Bait mengisahkan, pada Senin (11/10/2021), dirinya bersama keluarga membawa Martinus ke RSUD W.Z.Yohanes Kupang untuk berobat. Namun, setibanya di loket pendaftaran, petugas loket mengatakan bahwa kartu BPJS milik Martinus Bait tak aktif lagi.

Akibatnya, Martinus tak bisa menjalani perawatan lantaran tak mampu membayar biaya pengobatan. Sang ibu dengan hati yang hancur membawa pulang anaknya dan menginap sementara waktu, di salah satu kerabatnya di Oeba, Kelurahan Fatubesi, Kota Kupang.

Menurut Hagar, Martinus sebenarnya memiliki kartu BPJS Kesehatan. Namun setelah dicek di kantor BPJS Kupang, ternyata Nomor Induk Keluarga (NIK) Martinus tidak terdaftar dalam sistem BPJS.

“Setelah petugas RSUD W.Z Yohanes Kupang tolak anak saya untuk berobat, kami disuruh petugas untuk cek ke kantor BPJS Kupang. Jadi saya suruh Om Mesak (paman dari Martinus) cek ke kantor BPJS dan ternyata Martinus punya nama tidak terdaftar di BPJS. Akhirnya kami pulang”, jelas Hagar.

Sambil menyeka air matanya, Ibu Martinus menuturkan jika sebelumnya Martinus sempat dirawat di RSUD W.Z. Yohanes Kupang, selama dua minggu lebih. Namun bocah malang itu, dipulangkan paksa oleh pihak RSUD W.Z. Yohanes Kupang dengan alasan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium atas jaringan luka dari Martinus yang baru bisa diketahui 14 hari kemudian.

Menurut dokter yang merawat Martinus, lanjut Hagar, setelah hasil pemeriksaan laboratorium atas jaringan luka dikeluarkan barulah akan dilakukan operasi.

“Dokter bilang nanti setelah 14 hari hasil laboratorium selesai baru bisa dioperasi. Jadi kami disuruh untuk keluar tahan dari rumah sakit dan hari Senin tanggal 18 Oktober 2021, itu kami disuruh untuk kontrol ke rumah sakit tapi sampai rumah sakit Yohanes, anak saya ditolak,” ungkapnya.

Hagar mengaku, bersama suami hanya bisa pasrah dengan kondisi penyakit yang dialami anaknya lantaran tak memilki biaya untuk pengobatan.

“Sekarang tambah parah. Luka di telinga tambah tebal dan berdarah,” kisahnya.

Sebelumnya diberitakan JurnalNTT. Com, Martinus Bait menderita penyakit yang diduga kanker sejak masih berusia lima tahun.

Namun karena tidak ada biaya pengobatan sehingga Martinus tidak pernah dibawa ke rumah sakit.

“Anak saya sakit sejak usia lima tahun. Sejak sakit sampai hari ini kami belum pernah bawa ke rumah sakit karena tidak ada uang,” ujar Hagar Appa.

Karena menderita sakit aneh itu, lanjut Hagar, Martinus tidak bisa bersekolah.

“Dia (Martinus) tidak sekolah karena kena ini penyakit sejak umur lima tahun”, ujarnya.

Menurutnya, penyakit aneh yang diderita anaknya itu mengakibatkan badan anaknya turun drastis dan lumpuh.

Tidak hanya Martinus, Hagar juga mengisahkan bahwa anaknya yang lain bernama Marten Bait, juga menderita sakit lumpuh layu.

“Martinus punya kakak juga sakit lumpuh”, katanya.

Untuk diketahui, setelah bocah Martinus Bait viral di Facebook, tanggal 25 September 2021, beberapa wartawan asal Kabupaten Kupang, berinisiatif menjemput Martinus Bait dan dibawa ke rumah sakit untuk berobat.

Martinus dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Naibonat dan selanjutnya dirujuk ke RSUD W.Z. Yohanes Kupang.

Setelah menjalani perawatan selama dua minggu lebih, akhirnya Martinus dipulangkan pihak rumah sakit dengan alasan menunggu hasil pemeriksaan jaringan luka Martinus di laboratorium selama 14 hari. Setelah 14 hari barulah Martinus dibawa kembali untuk dioperasi.

Dalam masa tunggu 14 hari tersebut, orang tua Martinus diminta pihak RSUD W.Z. Yohanes untuk melakukan kontrol di salah satu poli. Namun saat Martinus dibawa kembali untuk rawat jalan, malah ditolak pihak rumah sakit.

Saat ini Martinus masih terbaring lemah di rumah salah satu kerabatnya di Oeba, Kota Kupang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD W.Z Yohanes Kupang belum berhasil dikonfirmasi.(Man)