Voiceoftimor.com Timor Tengah Selatan -NTT

Amos lafu selaku kuasa hukum Yohan E Takesan mengalahkan polres TTS dalam Perkara Praperadilan Nomor: 1/PiD.PRA/PN.Soe.

Dalam amar putusannya pengadilan Negeri II TTS mengabulkan Permohonan Praperadilan Pemohon (Yohan E Takesan ) untuk sebagian.

Hal ini disampaikan oleh Kuasa Hukum Yohan, Amos Aleksander Lafu, SH, via pesan WhatsApp pasca putusan pengadilan.Senin (18/05/2020)

Amos A Lafu dalam realise yang diterima media ini menjelaskan bahwa upaya praperadilan yang dilakukan oleh Pemohon (Yohan) dan Kuasa Hukumnya dianggap bukan sebagai bentuk perlawanan atau ketidaksukaan terhadap institusi Kepolisian in casu Termohon, melainkan sebagai salah satu cara untuk memuliakan hukum yakni mengontrol pelaksanaan Hukum Acara Pidana agar tetap menghormati HAM,” Kata Amos Lafu kepada Wartawan.

“Berdasarkan sejumla fakta hukum yang terungkap, bahwa penetapan Tersangka atas diri Pemohon (Yohan) adalah tidak sah karena tidak disertai dengan pemeriksaan calon tersangka dan Menyatakan Surat Perintah Penangkapan Nomor Pol. : Sp – Kap / 24 /III / 2020 / Reskrim tertanggal 06 Maret 2020 dan Surat Perintah Penahanan No. Pol : Sprint – Han / 23 / III / 2020 Reskrim tertanggal 07 Maret 2020 yang dikeluarkan Termohon atas diri Pemohon (Yohan) adalah tidak sah dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat karena pada saat Pemohon ditangkap penyidik tidak membuatkan berita acara Pemeriksaan sebagai Tersangka” Ungkap Amos Lafu.

Baca Juga:   Inilah Pengakuan Para Saksi dan Terdakwa di pengadilan Terkait Penembakan yang Menewaskan Ny.Marince Ndun

Amos juga menguraikan beberapa fakta yang terungkap dalam persidangan melalui alat Bukti Surat dan keterangan saksi.

“Bahwa benar Abe Lake pernah ke rumah salah satu keluarga Pemohon (Yohan) dan menyampaikan permohonan maafnya karena terlanjur melaporkannya dan menjebloskan ke penjara. Pernah juga Abe Lake menyarankan agar keluarga Pemohon (Yohan) tidak boleh memakai jasa lawyer, menolak upaya mediasi yang diminta oleh keluarga Pemohon (Yohan), yang mana hal-hal tersebut kemudian membuktikan bahwa Abe Lake lah yang melaporkan perkara tersebut ke Polres TTS bukan Frenky Alfret Tallan,” Jelas Amos Amos.

“Bahwa benar dua tersangka yang lain yakni Ariasti Denwira Seo (Calon Isteri Abe Lake) dan Amelia Lassa (Dukun) pada saat pemeriksaan perkara praperadilan telah lama dibebaskan atau dikeluarkan oleh Termohon, sedangkan terhadap Pemohon (Yohan) tidak, padahal Pemohon (Yohan) yang lebih dulu mengajukan penangguhan penahanan,” Tambah Amos.

Baca Juga:   Luther Menyuruh Efrain Membunuh Istrinya Demi Mendapatkan Mobil Dari Selingkuhannya

Terhadap amar putusan tersebut Amos mengungkapkan bahwa baik Pelapor Abe Lake maupun Pemohon (Yohan) dan keluarganya telah mengutarakan niat hatinya untuk bersama-sama menyelesaikan perkara ini  secara kekeluargaan, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Termohon dan juga pihak-pihak berkompeten lain guna meminta petunjuk dan bantuan guna memfasilitasi niat baik Pelapor dan Terlapor tersebut.

Sementara itu Kapolres Timor Tengah Selatan , AKBP Ariasandy, SIK, yang di hubungi melalui telpon selulernya Selasa, 19/05/2020 mengakui jika kekalahan dalam perkara praperadilan yang diajukan oleh  pemohon diakibatkan karena kesalahan dan kelalaian  pihak penyidik dalam membuat  administrasi. Oleh karena itu maka langkah yang akan ditempuh oleh pihak kepolisian Resort TTS adalah melakukan pemeriksaan ulang dari awal.

Baca Juga:   Sidang Pledoi Kasus Penembakan NY.Marince Ndun Di Tunda

Dia juga meminta agar ke depan pihak penyidik harus selalu jeli  dan berhati -hati agar tidak menimbulkan celah hukum gugatan praperadilan dan kalah di pengadilan seperti ini. 

“Pemeriksaan saksi tidak dimasukan dalam BAP sehingga kita kalah. Ya itu kelalaian penyidik di situ, tapi kita akan melakukan pemeriksaan ulang dengan lebih teliti”Jelasnya.

informasi yang diperoleh media ini menyebutkan bahwa Diduga  Yohan E Takesan terlibat kasus pengguguran bayi pada anak di bawah umur dengan melanggar  Pasal 77A  Ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perppu  Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 348 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 53 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1e KUHP; 

Namun dalam pengenaan Yohan sebagai Tersangka penyidik mengabaikan prosedur penetatapan tersangka, sehingga oleh pengadilan memenangkan Amos Malafu dan Kliennya dalam perkara praperadilan.(Nasa/Man)

KOMENTAR ANDA

komentar