Voicetimor.com Oelamasi, NTT: Bupati Kupang Korinus Masneno ancam berhentikan pejabat eselon dua yang tidak produktif. Bahkan dia meminta pejabat tersebut untuk tinggalkan kabupaten kupang apabila tidak bekerja secara maksimal dan terus berkutat di tempat.
” Jika yang lalu belum ada perubahan maka kita perlu rubah saat ini. namun, jika ke depan tidak juga ada perubahan berarti kita dianggap tidak pernah ada. Jika demikian  segera tinggalkan Kabupaten Kupang, jangan bikin kotor ini Kabupaten Kupang dengan kahadiran kalian yang tidak produktif karena kabupaten ini juga tidak butuh manusia yang tidak produktif seperti ini” Tegasnya dengan nada tinggi.
Hal ini utrakannya pada saat pelantikan dan pengukuhan 31 pejabat eselon dua lingkup pemda kabupaten Kupang Jum’at 3/5/19.
Dinas yang menjadi sasaran konsentrasinya lanjut Masneno adalah dinas Peternakan, Pertanian, Perkebunan, Perikanan dan Pariwisata.

Baca Juga:   Wakil Bupati Kupang "Mencium Aroma Tak Sedap" Mengenai Pengangkatan Tenaga Kontrak.

Menurutnya Dinas- Dinas tersebut harus betul – betul menggerakan mesin kerja yang optimal sehingga program revolusi Pertanian,Peternakan, Perkebunan, Perikanan, dan Pariwisata yang dicanangkan olehnya bersama wakil bupati Jerry Manafe bisa terlaksana dengan baik demi pelayanan publik yang maksimal.

“saya ingatkan pimpinan OPD yang menjadi ujung tombak program saya dan pak wakil hendaknya selalu maksimal untuk bekerja karena saudara- saudara mengendalikan program yang kami siapkan untuk pembangunan oleh karena itu OPD ini wajib melakukan perubahan yang dapat menselaraskan visi dan misi kami selaku kepala daerah”. Tuturnya
Terkait dengan OPD lain lingkup pemerintah Daerah Kabupaten Kupang dia mengharapkan agar dapat melakukan koordinasi dengan baik sehingga pelayanan publik bisa dapat tercapai dengan baik pula  demi kemakmuran rakyat Kabupaten Kupang sesuai cita cita yang di harapakan.
Masneno juga menegaskan, jika dalam kepemimpinannya, dia tidak akan menempatkan pejabat karena pendekatan emosiaonal, keluarga, tim sukses,dan atau pejabat pencari muka. namun, kata Masneno, dia akan menempatkan pejabat – pejabat  eselon dua sesuai dengan kemampuan dan disiplin ilmu yang dimiliki tanpa pandang “bulu”.
“Yang mampu kita kasih jabatan,sedangkan yang hanya mau cari muka tetapi tidak mampu, saya abaikan. karena jabatan ini untuk pelayanan publik bukan pelayanan keluarga.jangan pikir karena dekat dengan saya lalu tidak mampu juga akan saya kasih jabatan itu tidak mungkin saya lakukan.” tegasnya.
Penempatan pejabat ini lanjut bupati dilakukan sesui dengan mekanisme dengan mendatangkan tim asesor dari propinsi untuk menguji kelayakan pimpinan -Pimpinan OPD tersebut.**man##

KOMENTAR ANDA

komentar