Voiceoftimor.com Kupang -NTT

Demi membantu Tugas pemerintah dan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) dalam mengatasi virus Corona, maka Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menunda tiga kegiatan agenda nasional. Padahal, persiapan panitia sudah mencapai 80 persen lebih . Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian antar sesama manusia dalam mengatasi persoalan yang sedang melanda bangsa Indonesia.

Tiga agenda tersebut  antara lain  Kegiatan Konsultasi Nasional Perempuan GMKI, Pertemuan Senior GMKI se-tanah air dan paskah Nasional GMKI tahun 2020.

Rencananya, Pelaksanaan kegiatan ini akan di laksanakan di  kota Kupang dan puncak perayaan Paskah Nasional GMKI akan di laksanakan di pantai otan dan pantai liman Semau.

Kegiatan ini selain akan di hadiri oleh Pengurus Pusat GMKI, perutusan cabang GMKI setanah air, senior  GMKI setanah air, para pembicara nasional dan lokal juga akan di hadiri oleh Menteri -menteri terkait.

Baca Juga:   Matius Alias Bojang Tikam Ramos Hingga Tewas Dalam Pesta

Turut hadir dalam rapat tersebut, Ketua umum panitia Drs Alexander Ena Msi, sekretaris umum panitia Deasy Ballo Foeh, anggota GMKI, Para Senior, Ketua Bidang hubungan Internasional Pengurus Pusat GMKI Amos Lafu,SH M.hum, Korwil VII Pengurus Pusat GMKI Melky Suni , Ketua Cabang GMKI Kupang Ferdinan Umbu Tay, dan Sekretaris Cabang GMKI Kupang Katy Ahab.

Poin penting yang di putuskan dalam rapat tertanggal 20 Maret 2020 adalah panitia pelaksana mengambil keputusan untuk menunda sementara ke tiga kegiatan Nasional tersebut,  Sampai dengan di keluarkannya pernyataan aman dan terkendalinya covid 19 oleh pemerintah atau pihak yang berwenang
dan ikut bertanggung jawab dalam upaya untuk menuntaskan masalah virus corona yang saat ini sedang mengancam kesehatan anak- anak bangsa.

Baca Juga:   Gubernur NTT Kucurkan Dana 168,3 M Untuk Membangun Jalan Di Amfoang

Selain itu, penundaan ini sebagai bentuk kesadaran dan tanggung jawab iman terhadap Tuhan, sesama dan alam semesta untuk merawat peradaban dunia, dengan  turut membantu langkah- langkah pencegahan yang telah di lakukan oleh pemerintah dan Gereja Masehi Injili di Timor terhadap penyebaran Covid 19.

“Manusia memang tak perlu takut dan panik, tapi juga tak boleh menggannggap remeh penyebaran virus ini” ungkap ketua panitia Alex Ena, malalui sekretaris panitia Deasy Ballo lewat realisenya yang dia kirim dari WhatsApp pribadinya.

Dia melanjutkan, Lebih penting untuk memaknai kegiatan ini dengan secara bersama memerangi penyebaran virus ini. Sebab menurut Deasy manusia  di perintahkan untuk percaya kepada Tuhan tidak saja dengan segenap hati, dengan segenap jiwa tapi juga dengan segenap akal budi dan hikmat yang Tuhan berikan.

Baca Juga:   Saat Reses Daud Ullu Minta Ini Kepada Pemerintah Kabupaten Kupang

Panitia juga akan tetap melaksanakan rapat- rapat kerja kepanitian melalui group online untuk menyukseskan kegiatan dimaksud, sekaligus membantu memerangi penyebaran covid 19 dengan menyampaikan informasi yang benar tentang cara pencegahan virus covid 19 sekaligus mencegah menyebaran berita -berita hoax yang bisa menimbulkan masalah ketakutan dan kecemasan yang berlebihan.

Pada rapat tersebut juga, di sepakati untuk memberikan himbauan kepada seluruh umat kristen di NTT  agar dengan sungguh- sungguh  berdoa kepada Tuhan Yesus Sang Kepala Gerakan yang akan menuntun bangsa dan negara ini dalam melewati masa sulit, karena diyakini bahwa dalam tuntunan tangan kasihnya badai pasti segera berlalu. (Man)

KOMENTAR ANDA

komentar