Voiceoftimor.com

ROTE NDAO-NTT
Walaupun masih bujang, anak gadis kepala desa Balaoli atas nama Debi A. Adu,  dari Pj. Kepala Desa Balaoli Nitanel Adu di duga kuat menerima Dana Bantuan Langsung Tunai Dari Dana Desa Balaoli Tahun anggaran 2020  Senilai Rp 1.200.000.

Padahal anak gadis tersebut selama ini tinggal di Kota Kupang yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kartu Tanda Penduduk Kota Kupang dengan NIK (537101478960002), selain Debi Adu salah satu ibu rumah tangga yang juga adalah istri dari sekretaris desa Jublina Mbuik juga menerima dana bantuan tersebut.

“Anak Perempuan Kades Balaoli yang masih Bujang Yang bernama Debi A. Adu juga sepertinya terima BLT dari Dana Desa Balaoli sekitar Rp.1.200.000 dan Istri Sekretaris Desa yang bernama Jublina Mbuik Juga menerima, Kata anggota BPD Desa Balaoli  Lazarus Henuk  kepada wartawan usai mengikuti Pembagian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa di Kantor Desa Balaoli Kecamatan Rote Barat Laut, Kamis (14/05/2020)

Baca Juga:   Ketua DPRD: Tidak Ada Pemecatan, Tenaga Kontrak dan Honda Jangan Cemas dan Takut

Menurut Lazarus Henuk sesuai hasil rapat Bersama Pihak Pemerintah Desa dan BPD tidak ada usulan nama Anak Perempuan Kades Balaoli yang masih bujang tersebut, itu di prioritas bagi yang sudah menikah.

“Sesuai rapat tidak ada usulan nama Anak Perempuan kades itu, saat Pembagian di Kantor Desa hari ini (kamis 14/05/2020) baru muncul didokumen itu Debi A Adu yang bernomor Induk Kota Kupang dan juga nama istri Sekretaris Desa yakni Jublina Mbuik” Tegas anggota BPD Lazarus Henuk.

Sekretaris Desa Balaoli Daud Manuain Ketika dihubungi via telephone selular mengakui kalau terkait muncul Nama Debi  A. Adu, anak Kades Balaoli didokumen Pembagian Bantuan Tunai Dana Desa Balaoli itu adalah kesalahan pengetikan nama yang dilakukan oleh dirinya selaku Sekretaris Desa.

“itu saya salah ketik nama di dokumen. sebenarnya, Denny D Adu bukan Debi A. Adu, jadi uangnya sudah di serahkan di Denny D Adu dan kalau terkait istri saya juga terima BLT Dana Desa, sesuai rapat bersama BPD dan Pemerintah Desa saya layak terima karena penuhi syarat yang ditentukan”, Ungkap Daud Manuain.

Baca Juga:   Di Rote Ndao, Sebanyak 80 Masyarakat Miskin Terima Bantuan Rumah Layak Huni, Mesin Jahit, dan pukat

Menurut Sekretaris Daud Manuain kesalahan pengetikan nama itu berawal dari dirinya mengusulkan nama Debi A. Adu untuk mendapatkan Bantua Sosial Tunai Kemensos kepada Pemerintah Provinsi NTT.

” Kesalahan itu berawal dari saya usulkan Debi A Adu Ke Bantuan Sosial Tunai Provinsi NTT karena diminta setiap orang yang memiliki NIK diusulkan untuk mendapatkan Bantuan sosial atas imbas dari Pandemi Virus Corana”, Jelas Daud Manuain.

Sementara itu Ketua Komisi A  DPRD Rote Ndao Feky M Boelan ketika dihubungi Wartawan Jumat (15/05/2020) mengatakan terkait Persoalan yang terjadi di Desa Balaoli, pihaknya telah mendapatkan Laporan secara resmi dari masyarkat Desa setempat atas masalah anak Kepala desa dan istri Sekretaris Desa.

“Selain laporan terkait masalah itu, komisi A juga menerima pengaduan masyarakat terkait dengan pembangunan desa yang terbengkalai karena sistem manejemen yang tidak profesional.

“Sudah ada pengaduan soal masalah itu.selain itu ada juga masyarakat mengadu soal pekerjaan Rabat Beton di tahun anggaran 2019 yang belum selesai, yang mengakibatkan upah para pekerja belum di bayar. Terus, ada juga Pengalihan Rumah Bantuan Kepada Orang lain tidak sesuai prosedur Karena itu rencananya DPRD akan turun Untuk mengecek fisik di Desa”, kata Feky Boelan

Baca Juga:   Oknum Caleg Asal Dapil 3 Kab.Kupang Bakal Masuk Bui Dan Didiskualifikasi

Feky M Boelan meminta Pemerintah Desa Balaoli merevisi kembali kedua orang yang menerima Bantuan Langsung Tunai dari Dana desa tersebut, dengan mengutamakan asas keterbukan dalam pelayanan Pemerintahan dalam pengelolaan keuangan  Desa, melakukan verifikasi penerima Bantuan Sosial sesuai prosedur, agar tidak menimbulkan tanda tanya atau konflik horisontal di kalangan masyarkat.

” Saya minta Pemerintah Desa Balaoli merevisi Kembali itu dua orang, utamakan keterbukan dalam pengelolaan keuangan Desa, Verifikasi Penerima Bantuan Sosial sesuai Prosedur, agar tidak menimbulkan tanda tanya atau konfilik horinsontal di kalangan masyarkat “, Tegas mantan wartawan Timex tersebut. (Nasa)

KOMENTAR ANDA

komentar