voiceoftimor.com
ROTE NDAO-NTT
Pengadilan Negeri Rote Ndao kembali menggelar sidang ke sebelas Kasus Pembunuhan Berencana yang menewaskan Ny Marince Ndun, Istri Terdakwa Marthen Luter, Kamis(23/04/2020)

Sidang kali ini dengan agenda mendengarkan Pembacaan Pleidoi (Pembelaan) dari Penasihat Hukum ketiga Terdakwa.

Adimusa B Zacharias,SH selaku Penasihat hukum dari Pos Bantuan Hukum Pengadilan Negeri Rote Ndao yang mendampingi Terdakwa Efrain lau (Eksekutor) dalam pembacaan pembelaannya, meminta Majelis Hakim mempertimbangkan secara adil sesuai fakta persidangan, sebab kliennya pada saat itu terdesak masalah ekonomi yakni membutuhkan uang swadaya untuk membangun rumah Bantuan Layak Huni dari Pemerintah Desa Mundek, akhirnya kliennya Terdakwa Efrain Lau membunuh korbanĀ  dengan imbalan Rp.18.000.000(Delapan belas juta) dari Terdakwa Belandina.

Baca Juga:   Luther Menyuruh Efrain Membunuh Istrinya Demi Mendapatkan Mobil Dari Selingkuhannya

” Saat itu memang Efrain Lau sedang Butuh uang swadaya untuk membangun rumah Bantuan layak huni dari pemerintah Desa Mundek,sehingga dia menerima tawaran Terdakwa Belandina Henuk untuk menghabisi nyawa Marince Ndun”,Jelas, Adimusa B Zacharias

Sementra Abdul Wahab,SH selaku Kuasa Hukum dari Terdakwa Marthen Luter Adu (Suami Korban) dalam pledoinya meminta Majelis Hakim dalam amar Putusannya Membebaskan Kliennya Marthen Luter Adu dari segala tuntutan hukum, sebab kliennya  tidak terlibat dalam perencanaan pembunuhan terhadap istrinya Yakni Korban Ny. Marince Ndun,

“Sesuai Fakta persidangan tidak ada saksi yang mengetahui Marthen Luter Adu menyuruh Terdakwa Belandina Henuk mencari Pembunuh Bayaran”, Tegas Abdul
Wahab.

Amos A Lafu,SH selaku Kuasa Hukum Terdakwa Belandina Henuk dalam pembacaan Pembelaannya meminta majelis Hakim menjatuhkan hukuman yang lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut umum, sebab menurutnya sesuai fakta yang terungkap di persidangan, Kliennya  tidak terbukti terlibat dalam perencanaan Pembunuhan terhadap Ny. Marince Ndun.

Baca Juga:   SMS "Sayang Esok Ketemu" Ke Istri orang, Pegawai Kantor Camat Dan Warga Saling Tinju Hingga Babak Belur

“Terdakwa Belandina Henuk tidak terbukti melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan Berencana tapi hanya terbukti turut serta dan melanggar pasal subsider 338 KUHP tentang Pembunuhan Biasa, itu karena Belandina Henuk terjebak Cinta terlarang dengan suami Korban yakni Terdakwa Marthen Luter Adu”, Kata Amos Lafu

Menurut Penasihat Hukum Amos Lafu sesuai Fakta persidangan tidak terbukti Terdakwa Marthen Luter Adu selaku suami dari  Korban (Marince Ndun) terlibat merencanakan pembunuhan terhadap istrinya Ny. Marince Ndun.

Baca Juga:   Inilah Pengakuan Para Saksi dan Terdakwa di pengadilan Terkait Penembakan yang Menewaskan Ny.Marince Ndun

”  Sesuai fakta persidangan tidak ada bukti kuat terkait dengan usaha klien saya menyuruh selingkuhannya mencari pembunuh Bayaran untuk menghabisi nyawa istrinya, Agar hubungan gelap Marthen Luter adu dan Belandina Henuk berlanjut”, Tegas Amos Lafu

Pada persidangan sebelumnya Terdakwa Marthen Luter Adu dituntut Hukuman 16 tahun Penjara, Terdakwa Belandina Henuk dituntut hukuman 15 tahun penjara dan Terdakwa Efrain Lau dituntut hukuman 14 tahun penjara

sidang dipimipin Ketua Majelis Hakim Beaty D Simatauw,SH,MH dibantu dua hakim anggota yakni Rosihan Lutfhi,SH dan Abdy Ramansyah,SH
sidang ditunda dan digelar kembali Kamis 30 April 2020,(Nasa)

KOMENTAR ANDA

komentar