Voiceoftimor.com Kupang, -NTT

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta kepada para Bupati Se NTT agar jangan membuat masyarakat panik dengan mengumumkan hasil repid tes postif Covid-19, karena akan berdampak pada ketakutan massal.

“Kalau belum ada hasil jelas lantas bapak-bapak sudah berteriak ini positif… Itu positif. Sana positif ya.. dari mana??!!!, positif dari kepala mu, itukan Repid tes!!, kamu harus menjaga publik agar tidak menimbulkan kepanikan besar. jadi repid tesnya itu dugaan sementara. karena orang repid tes dan tubuhnya panas kemungkinan dia sakitnya lain. Bisa saja maag dan lain -lain. bukan otomatis dia sudah positif Covid 19.

Kayak Lembata itu, sedikit-sedikit kalian umumkan itu postif corona, sama halnya dengan Rote Ndao yang cepat umumkan ini dan itu positif. Emang positif kepala mu.

Jadi saya minta supaya hal yang kayak begini perlu kita jaga agar tidak menimbulkan ketakutan yang berlebihan bagi masyarakat. Karena perlu saya ingatkan jika penyebaran corona sudah ke mana- mana dan hal ini menimbulkan kepanikan dan ketakutan luar biasa. Untuk itu sebagai pemimpin jangan gegabah dan keliru untuk membuat masyarakat tambah cemas dan takut.” kata Gubernur NTT , Viktor Laiskodat saat melakukan Rapat Kerja Tele Konferens dengan para Bupati/Walikota se-NTT di ruang Rapat Gubernur Kantor Gubernur Sasando, Kamis 16 April 2020 pukul 12.00 wita. Didampingi Wakil Gubernur NTT, Ketua DPRD NTT, Unsur Forkompinda Provinsi NTT,Sekda NTT, pimpinan perangkat daerah Provinsi NTT.

Baca Juga:   Rayakan Hari Maulid Nabi Muhamad SAW, Ini Pesan Komandan Brigif 21/Komodo

Dikatakan VBL, masalah utama yang dihadapi di dunia saat ini adalah Covid-19, DBD dan kemiskinan tetapi. Namun yang paling serius adalah masalah ketakutan yang luar biasa. Kerena itu dia meminta kepada para Bupati untuk menyiapkan satu juru bicaranya saja sebagai corong pemerintah dalam menyampaikan informasi publik.

Dia juga mengaku jika dalam waktu dekat Nusa tenggara Timur akan memiliki alat untuk dilakukan tes Swabsehingga hasil yang di keluarkan benar -benar akurat.

“Kita doakan mudah-mudahan dua minggu dari sekarang NTT sudah Mampu melakukan tes Swab sendiri paling lambat awal bulan (Mei) ini, kita sudah mempunyai alat tes swab sendiri,” Terang Viktor.

Baca Juga:   WASPADA.. INILAH LIMA GEJALA KHAS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

Sebelumnya Pemerintah kabupaten Lembata, telah mengumumkan jika salah Satu Lembata telah positif Covid-19 Hasil Rapid Test Pemerintah Kabupaten Lembata menyebutkan suspect positif covid-19 itu sebagai P1, kini dalam perawatan di ruang isolasi RSUD Lewoleba.

“Dari hasil tes pemeriksaan anti bodi SASCOV , ternyata ada satu yang positif, hasil rapid test. Jenis kelamin laki-laki, P1 ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lewoleba. Jadi di Kabupaten Lembata, ada satu orang posotif Covid-19 Hasil pemeriksaan Rapid test,” ucap Bupati lembata, Eliazer Yentji Sunur saat jumpa pers, di Lembata, Selasa 14 April 2020.

Saat ini tim Satgas Covid-19 Kabupaten Lembata mulai melakukan rapid test terhadap mata rantai penyebaran P1 tersebut guna mencegah penyebaran lebih lanjut.

“Kita selanjutnya akan melakukan rapid test terhadap mata rantai P1 tadi. Orang tua, pacar, calon mertua, Kawan-kawan minumnya. Mudah mudahan tidak bertambah lagi,” harap Bupati Sunur.

Baca Juga:   Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Kupang Ancam Tutup Pabrik Tahu. Ini Alasannya.

Sunur juga menyebutkan, dari hasil penyisiran Tim covid-19 Kabupaten Lembata, tim menemukan sebanyak 33 orang telah berkomunikasi dengan P1. Bahkan sebanyak 23 orang diantaranya, minum-minum bersama termasuk anak SMA, saat duduk bersama dan minum segelas dengan P1.

“ Tim sedang melakukan persiapan untuk menyisir mata rantai penyebaran, bila perlu kita karantina semua, dan kita observasi lebih lanjut,” Kata Bupati Sunur.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, dalam siaran pers yang dilaksanakan di rumah jabatan Bupati, Sabtu 11 April 2020 pukul 21.00 Wita. Dalam penjelasannya dia mengaku sejak Sabtu 4 April 2020 Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Rote Ndao telah melakukan rapid test terhadap 32 ODP yang telah menjalani 14 hari pemantauan. Dari rapid test yang dilakukan terdapat dua ODP ‘positif’, sehingga kedua ODP ini tetap dikarantinakan pada tempat yang disediakan pemerintah, untuk terus dipantau kondisi kesehatannya selama 14 hari sejak dilakukannya rapid test.(Man, NS)

KOMENTAR ANDA

komentar