Voiceoftimor.com, Rote Ndao –
Pengadilan Negeri Rote Ndao kembali menggelar sidang kelima kasus Penembakan yang merenggut nyawa Marince Ndun mantan Istri Kepala Desa Oebela, Kamis 13 Februari 2020.

Dalam sidang lanjutan tersebut Hakim menolak Eksepsi (Nota Keberatan) dari terdakwa Belandina Henuk. Dan menerima dakwaan yang diajukan jaksa penuntut umum. pasalnya, eksepsi yang diajukan Penasihat Hukum terdakwa belum cukup alasan untuk diterima.


“Dakwaan Jaksa Penuntut Umum dapat diterima maka diperintahkan Kepada Jaksa Penuntut Umum, melanjutkan Persidangan ke tahapan Pembuktian untuk Pemeriksaan para saksi dan Barang Bukti”, ungkap Ketua Majelis Hakim Beaty D Simatauw di Ruang sidang utama P.N Rote Ndao

Baca Juga:   Kejar Dan Ramas "Susu" Gadis Cantik Saat Joging, Pria Oesao Dilaporkan Ke Polres Babau Kupang.

Amos A Lafu,SH selaku Penasihat Hukum dari terdakwa Belandina Henuk Kepada wartawan mengatakan Pihaknya memberikan apresiasi Karena ia  menilai Majelis Hakim telah adil dalam menyampaikan pertimbangan hukum bagi kliennya, walaupun Eksepsi yang diajukan pihaknya mendapat Penolakan dari Majelis Hakim pasalnya Majelis hakim masih meminta pihaknya untuk persiapkan semua dalil eksepsi dan alat bukti yang ada untuk disampaikan di tahap persidangan selanjutnya (Pembuktian) untuk membuat terang benderang tindak pidana tersebut.

Baca Juga:   Tok,Tok, Tok, Hakim Vonis 3 Terdakwa Pembunuhan di Rote Ndao

” Kami apresiasi karena majelis hakim telah memberikan pertimbangan hukum yang adil, meskipun Eksepsi di tolak tapi Majelis Hakim meminta semua dalil eksepsi dan alat bukti kami persiapkan untuk diajukan di tahap Pembuktian dan dalam waktu seminggu ini kami mendalami materi perkara sehingga bisa maksimal dalam pemeriksaan saksi nantinya”,

Sidang dengan agenda mendengarkan Pembacaan Putusan Sela dari Majelis Hakim yang mengadili kasus pidana pembunuhan berencana tersebut di hadiri terdakwa Belandina Henuk didampingi Kuasa Hukumnya Amos A Lafu,SH sementara terdakwa Marthen Luter Adu (suami Korban) didampingi Kuasa Hukum Abdul Wahap,SH dan terdakwa Efrain Lau selaku Eksekutor didampingi Kuasa Hukum Yesaya Daepanie,SH dari Pos Bantuan Hukum Pengadilan Negeri Rote Ndao.

Baca Juga:   Sadis, Inilah Ungkapan 5 Saksi Dalam Kasus Penembakan Ny.Marince Ndun Di Rote Ndao.

Sidang di tunda dan digelar kembali kamis,20 Februari 2020 dengan agenda Pemeriksaan Saksi dan Barang Bukti untuk ketiga orang terdakwa tersebut.
(SN/Nasa)

KOMENTAR ANDA

komentar