HUKRIM

Inilah Pengakuan Para Saksi dan Terdakwa di pengadilan Terkait Penembakan yang Menewaskan Ny.Marince Ndun

Dalam sidang Lanjutan tersebut Pihak Kejaksaan Negeri Rote Ndao kembali menghadirkan 6 (enam) orang saksi yakni Eliasar Bolu Filli, Yeheskiel Nafi, Felipus Balla,Susana Tasi, Jemi Lau dan Erwin Sulapah

Voicetimor.com-Rote Ndao-NTT

Pengadilan Negeri Rote Ndao kembali menggelar sidang ketujuh kasus Penembakan yang menewaskan Ny Marince Ndun, Mantan istri kepala Desa Oebela yakni terdakwa Marthen Luter Adu, kamis 27 Februari 2020.

Dalam sidang Lanjutan tersebut Pihak Kejaksaan Negeri Rote Ndao kembali menghadirkan 6 (enam) orang saksi  yakni Eliasar Bolu Filli, Yeheskiel Nafi, Felipus Balla,Susana Tasi, Jemi Lau dan Erwin Sulapah

Saksi Eliasar Bolu Filli menerangkan kalau pada bulan Juli 2019 Terdakwa Efrain Lau mengajak dirinya pergi meminjam uang di rumah Terdakwa Belandina Henuk dan ketika ia bersama Terdakwa Efrain Lau tiba di rumah Terdakwa Belandina Henuk, mereka mendapat penjelasan dari Felipus Bala (suami Terdakwa Belandina Henuk) kalau untuk saat itu belum ada uang, setelah mendengar penjelasan tersebut dirinya bersama Terdakwa Efrain kembali ke rumah masing-masing di Desa Mundek.

Selanjutnya, Menurut Eliasar Filli sekitar seminggu, kemudian Terdakwa Efrain Lau kembali mendatangi rumahnya dan mengajaknya pergi lagi meminjam uang.

Baca Juga:   "Oh Yes" Sama Om - Om Istri Ditikam Suami.

Ajakan Efrain dituruti oleh Eliaser Kemudian mereka berdua berangkat dari rumahnya dengan berjalan kaki menuju rumah korban Marince Ndun di Desa Oebela. Setelah sampai di rumah korban  Marince Ndun, Terdakwa Efrain Lau mengintip  ke dalam rumah korban.  sambil intip, Terdakwa Efrain Lau berkata kepada Eliaser Filli jika rencananya uang yang di  pinjamkan itu, untuk membunuh mama Ice (korban) dan uang hasil pinjaman tidak akan di kembalikan.

“Nanti  uang tersebut kita bagi dua bukan pinjaman lagi”, Kata Eliasar Filli Kepada Majelis Hakim.

Namun Eliasar Filli menolak permintaan Terdakwa Efrain lau tersebut. dan mereka berdua berjalan kaki menuju Kediaman Terdakwa Belandina Henuk di Oelufa Desa Oebela,

Dalam perjalanan, Terdakwa Efrain Lau menghubungi Terdakwa Belandina Henuk via telepon selulernya dan kemudian mereka berjalan terus menuju Oelufa. Saat tiba di depan rumah David Haninuna Terdakwa Belandina Henuk menelepon balik Terdakwa Efrain Lau. Lalu keduanya bertemu Terdakwa Belandina henuk dan Terdakwa Efrain Lau mengambil uang Rp 200.000 dari Terdakwa Belandina Henuk. Kemudian mereka berjalan kembali ke rumahnya masing-masing di Desa Mundek dan uang Rp 200.000 yang diterima Terdakwa Efrain Lau tersebut, dibagi rata.

Baca Juga:   Mabuk, Remaja SMK "Rogoh" Siswi SMP

Saksi Felipus Bala (suami Terdakwa Belandina Henuk) menerangkan pada bulan Juli 2019 Terdakwa Efrain Lau bertamu ke rumahnya untuk menandatangi kwitansi uang pinjaman, setelah itu ia menggonceng Terdakwa Efrain Lau untuk membeli rokok dan Es buah di Dusun Faisue Desa Oebela dan ketika sampai dirumah Korban Marince Ndun Terdakwa Efrain Lau sempat bertanya rumah tingkat tersebut milik siapa lalu ia menjawab rumah tingkat tersebut milik Ny Marince Ndun.

Sementara dalam keterangan Felipus Bala menjelaskan istrinya Terdakwa Belandina Henuk selalu pergi tidur di rumah milik Sarah Adu di dusun Faisue Desa Oebela dan dalam limit sekitar seminggu baru pulang kembali ke rumahnya Dusun Oemulik Desa Oebela.

Baca Juga:   Sewa Pembunuh Bayaran, Blandina Henuk Di Tuntut 15 Tahun Penjara

Menurut Felipus Bala Terdakwa Marthen Luter Adu pernah menjalin cinta dengan istrinya Terdakwa Belandina Henuk dan menghasilkan seorang anak yang bernama Sarah Adu sebelum ia menikah dengan istrinya Terdakwa Belandina Henuk.

Sidang tersebut dihadiri tiga orang Terdakwa yakni Terdakwa Marthen Luter Adu didampingi Kuasa Hukumnya Abdul Wahab,SH, Terdakwa Belandina Henuk didampingi Kuasa Hukumnya Amos A Lafu,SH, Obednego Djami,SH, Terdakwa Efrain Lau didampingi  Penasihat Hukum Yesaya Dae Panie,SH dan Adimusa Busimon Zacharias, SH. dari Pos Bantuan Hukum Pengadilan Negeri Rote Ndao

Sidang dipimipin Ketua Majelis Hakim Beaty D Simatauw,SH dibantu dua Hakim anggota yakni Rosihan Lutfi,SH dan Abdy Ramansyah,SH
Kejaksaan Negeri Rote Ndao dihadiri Jaksa Penuntut Umum Anjar Purbo Sasongko,SH dan Andri Kristanto,SH

Sidang ditunda dan digelar kembali kamis,12 Maret 2020.(SN/Nasa)

KOMENTAR ANDA

komentar

Baca Selengkapnya
Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close