HUKRIM

Luther Menyuruh Efrain Membunuh Istrinya Demi Mendapatkan Mobil Dari Selingkuhannya

Dihadapan hakim Terdakwa Belandina Henuk mengaku pada tanggal 02 Maret 2019 terdakwa Marthen Luter Adu meminta dirinya membeli sebuah mobil. Namun dirinya menolak dengan alasan terdakwa Marthen Luter Adu belum bercerai dengan istrinya Marince Ndun.

Voiceoftimor, ROTE NDAO-NTT

Pengadilan Negeri Rote Ndao kembali menggelar sidang kedelapan Kasus Penembakan yang menewaskan Marince Ndun,Istri mantan Kepala Desa Oebela Marthen Luter Adu, pada Kamis 12 Maret 2020.

Dihadapan hakim Terdakwa Belandina Henuk mengaku pada tanggal 02 Maret 2019 terdakwa Marthen Luter Adu meminta dirinya membeli sebuah mobil. Namun dirinya menolak dengan alasan  terdakwa Marthen Luter Adu belum bercerai dengan istrinya Marince Ndun.

Karena berniat untuk memiliki mobil, maka timbullah niat jahat untuk mengabisi nyawa istrinya. Dengan harapan Belandina bisa membelikan mobil buat dirinya.

” Marthen Luter Adu minta saya cari pembunuh bayaran untuk menghabisi istrinya.sehingga kami berdua bisa menikah.
Maka saya mencari Efrain Lau untuk bisa membunuh istrinya pada tahun 2019.

Terdakwa Belandina Henuk menjelaskan ketika Evrain Lau menyetujui permintaannya untuk membunuh Korban,maka dirinya menyampaikan hal itu kepada terdakwa Marthen Luter Adu lalu Marthen Luter Adu memberikan dirinya uang sebesar Rp 9.000.000 kemudian dirinya menambah uang miliknya sebesar Rp 9.000.000, sehingga total uang sebesar Rp 18.000.000  tersebut di simpan dalam kantong Plastik dan diserahkan kepada Evrain Lau pada bulan Juni 2019 untuk membunuh Marince Ndun, Jelas Belandina Henuk,

Baca Juga:   Sadis, Inilah Ungkapan 5 Saksi Dalam Kasus Penembakan Ny.Marince Ndun Di Rote Ndao.

Masih menurut Blandina, pada tanggal 20 Agustus 2019 terdakwa Marthen Luter Adu meminta dirinya menghubungi Evrain Lau untuk segera membunuh Korban. kemudian dirinya menelpon Evrain Lau dan menyampaikan bahwa Marthen Luter Adu memintanya untuk segera menghabisi Korban

” Marthen Luter Adu minta saya telepon Evrain Lau segera bunuh Korban lalu saya telepon Evrain Lau dan saya katakan bahwa sore Marthen Luter Adu tunggu di tempat kejadian perkara”,tegasnya

Dia juga mengakui jika Terdakwa  sebelum dirinya menikah dengan suaminya Felipus Balla dirinya pernah menjalani hubungan cinta  terlarang dengan terdakwa Marthen Luter Adu dan mereka menghasilkan seorang anak perempuan bernama Sarah Adu.

Di hadapan Majelis Hakim terdakwa Marthen Luter Adu (suami Korban) mengakui  bahwa  selain memiliki seorang istri Marince Ndun (Korban) yang ia nikahi tahun 1998,  dirinya juga pernah menjalin hubungan asmara dengan tiga orang wanita lain yakni Susana Donggi, Yane Adu dan terdakwa Belandina Henuk.

Dirinya bertemu terdakwa Belandina Henuk  pada tahun 2012 dan melanjutkan hubungan asmara secara diam- diam. Dari hasil pertemuan itu selingkuhannya hamil dan melahirkan seorang putri yang diberi nama sarah adu.

Baca Juga:   "Dopok" Istri Orang, Caleg Nasdem O.A.M Terancam Dipecat.

Setelah memiliki putri dari hubungan terlarang tersebut mereka membuatkan sebuah rumah untuk anaknya. Dan rumah tersebut selalu menjadi tempat pertemuan untuk melakukan hubungan badan layaknya suami istri.

“Saya dan  Dina (terdakwa Belandina Henuk) selalu berhubungan badan di rumah anak saya (Sarah Adu). biasanya  kalau saya habis berhubungan badan dengan dia apapun yang saya minta selalu saja dia turuti”, Jelas Marthen Luter Adu kepada Majelis Hakim.

Pelaku eksekutor  Evrain Lau menerangkan bahwa Belandina Henuk meminta dirinya membunuh korban marince Ndun dengan bayaran senilai  Rp.18.000.000 dan dirinya telah menerima uang tersebut dari terdakwa Belandina Henuk.

Pada tanggal 20 Agustus 2020 sorenya Belandina Henuk menghubungi dirinya untuk membunuh korban dan menjelaskan bahwa Marthen Luter  sudah menunggu di rumah Korban korban.

Sekitar pukul 18.00 wita ia mengambil senjata miliknya dan berjalan dari Desa Mundek menuju rumah Korban di Desa Oebela dan sempat bertemu suami Korban Marthen Luter Adu di samping rumah Korban Marince Ndun

“Saya ketemu suami Korban Marthen Luter Adu di samping rumah tingkat itu lalu Marthen Luter Adu berkata habis tembak, jangan omong bahwa saya di sini”,kata terdakwa Evrain Lau mengutip  perkataan Marthen Luter Adu”,

Baca Juga:   Pembunuh Berencana Ny.Marince Ndun Hanya Dituntut 14 Tahun penjara

Menurut Terdakwa Evrain Lau setelah dirinya bertemu Marthen Luter Adu dirinya berjalan menuju dapur lalu melihat Korban sedang duduk.  ia lalu meletakan Ujung senjata di Kusen Jendela dan langsung menembak yang seketika juga korban terjatuh. Setelah berhasil menembak korban dia melarikan diri ke rumahnya di Desa Munde” jelas Evrain Lau

Sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan ketiga orang terdakwa yakni terdakwa Marthen Luter Adu yang merupakan suami dari Korban Marince Ndun didampingi Kuasa Hukumnya Abdul Wahab,SH, Terdakwa Belandina Henuk didampingi Kuasa Hukumnya Amos A Lafu,SH bersama Igiardus Bana,SH dan Terdakwa Evrain Lau didampingi Kuasa hukumnya Yesaya Dae Panie,SH bersama Adimusa Busimon Zakarias,SH dari Pos Bantuan Hukum Pengadilan Negeri Rote Ndao.

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Beaty D Simatauw,SH dibantu dua Hakim anggota yakni Rosihan Lutfi,SH dan Abdy Ramansyah,SH,

Sidang tersebut juga di hadiri oleh Jaksa Penuntut Umum Anjar Purbo Sasongko,SH

Sidang ditunda dan digelar kembali Kamis,26 Maret 2020.(SN/Nasa)

KOMENTAR ANDA

komentar

Baca Selengkapnya
Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close