Voicetimor.com Kab.Kupang|NTT: Seorang pelajar Ramos Horta Soares (19) warga RT 22 RW 09 Desa Manusak Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang, Propinsi Nusa tenggara Timur(NTT) diduga tewas ditikam oleh Matius  alias Bojang dalam pesta.
Selain korban tewas akibat ditikam ada sejumlah pemuda juga ikut terkena panah tepat pada bagian pipi, paha belakang, pinggang, dan juga lemparan batu pada wajah, korban – korban tersebut terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit Umum Naibonat untuk mendapatkan perawatan medis dan kemudian dirujuk ke rumah sakit Prof. W.Z.Yohanes untuk dilakukan operasi.

Saksi mata Joanico Soares (26) warga Manusak RT 22/ RW 09 mengaku saat itu sekitar pukul 02:30 dini hari tanggal 06/06/19. Ramos Horta Soares datang mengikuti acara pesta yang terletak di desa Manusak. Saat itu dia diajak untuk duduk bersama sejumlah pemuda yang tidak dia kenal. Tiba – tiba saja terjadi keributan dan perkelahian hebat dan dia menyaksikan Ramos Horta Soares di keroyok lalu ditikam dan dibacok oleh seorang pemuda setempat yang diketahui bernama Matius alias Bojang.

Baca Juga:   Soal Masalah 19 Miliar Antara BPJS Dan RSUD Naibonat, Selvie Kadju Bilang Saya Mohon Maaf.

Saksi mata lainnya Stevanus Dos Santos alias Unju pria asal desa Manusak RT 22 RW 09 Kecamatan Kupang Timur  juga mengatakan hal yang sama. Dia menduga kuat, perkelahian dan kasus penikaman ini melibatkan dua perguruan silat IKS dan PSHT karena pelaku penikaman berasal dari perguruan IKS sementara Korbannya kebanyakan berasal dari perguruan PSHT.

Kapolres kabupaten Kupang AKBP Indera Gunawan SIK melalui Kasat reskrim IPTU Simson Ebed Amalo membenarkan, jika peristiwa perkelahian tersebut benar terjadi dan menyebabkan salah satu warga tewas  ditikam. Selain itu dalam kejadian ini  4 orang lainnya mengalami luka serius karena terkena panah dan lemparan batu.
Kejadian tersebut berlanjut hingga pagi hari. sejumlah pemuda PSHT yang tidak terima saudaranya ditikam langsung melakukan aksi penyerangan ke kubunya Perguruan IKS dan terjadilah aksi saling menyerang menggunakan panah, batu, kayu dan juga parang.

Baca Juga:   Gubernur NTT Kucurkan Dana 168,3 M Untuk Membangun Jalan Di Amfoang
Berselang beberapa jam kemudian pol Pamong Praja Kabupaten Kupang, Polisi umum dan Brimob dibantu oleh TNI  berhasil meredam aksi saling serang antara dua belah pihak.

Pantauan media ini sejumlah personil TNI, Polisi dan Brimob  masih terus melakukan penjagaan ketat pada titik- titik rawan seperti cabang Tatelek, depan lapangan Transat, dan juga samping Pom bensin Naibonat hingga malam sebab di kwatirkan akan terjadi kerusuhan susulan.  (Man)

KOMENTAR ANDA

komentar