Foto:penyerahan MOU antara BI dan Pem-kab. Kupang

Voicetimor.com |Oelamasi -NTT. Salah satu upaya Bank Indonesia (BI) untuk menjaga inflasi di Nusa Tenggara Timur adalah menggandeng kelompok tani yang potensial. Kelompok tani potensial yang ada di  Kabupaten Kupang diharapkan akan dapat menyeimbangkan harga rupiah dengan nilai barang produksi yang ada di Nusa Tenggara Timur.

Salah satu kelompok tani yang dipilih oleh Bank Indonesia di Kabupaten Kupang adalah Kelompok Tani Sehati. sebab Bank Indonesia menilai kelompok tani ini, bisa menjadi contoh bagi upaya memperbanyak nilai produksi pertanian. Alasan dipilihnya kelompok tani sehati ini karena, kelompok tani tersebut memiliki lahan yang luas, mempunyai kelembagaan yang sah, memiliki jumlah kelompok yang memadai dan semangat gotong royong yang kuat untuk meningkatkan nilai produksi pertanian. Dengan demikian kelompok tani ini layak di jadikan sebagai tempat pembinaan BI untuk menjaga inflasi di Nusa Tenggara Timur. Demikian yang disampaikan Deputi Kepala perwakilan Bank Indonesia Muhamad Syahrial saat menyerahkan bantuan bibit bawang dan juga alat pertanian kepada kelompok tani sehati bertempat di Noekele kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang Jumat 21/12/18.

Baca Juga:   Gubernur NTT Kucurkan Dana 168,3 M Untuk Membangun Jalan Di Amfoang

           Plt.Sekda Maclon Jhoni Nomseo Tandatangi MOU

Menurut Syahrial, kelompok tani sehati  yang ada di Noekele, akan dibantu mulai dari bibit dan obat- obatan. selain bantuan tersebut kelompok tani juga akan didampingi selama tiga tahun dan akan dilepas manakala kelompok tersebut dianggap sudah mampu untuk mandiri. Pendampingan yang akan dilakukan oleh Bank Indonesia lanjut Dia adalah penguatan kelembagaan, Peningkatan produksi pertanian, akses keuangan dan pemasaran. Selain itu kelompok- kelompok tani tersebut juga akan di ikut sertakan untuk mengikuti pembinaan dan pelatihan yang nantinya digunakan sebagai langkah pengembangan secara teknis oleh kelompok tani sehati.

Syarial juga memuji pemerintah kabupaten kupang karena mampu mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan baik. kata dia, pemerintah kabupaten Kupang menjadi garda terdepan untuk menjembatani kerja sama antara BI dengan Kelompok usaha mikro kecil  menengah di Kabupaten Kupang.

Sementara ketua kelompok tani sehati Daud Thao di hadapan deputi kepala perwakilan Bank Indonesia Muhamad syahrial dan sekda kabupaten Kupang Maklon Jhoni Nomseo menyampaikan limpah terima kasih kepada Bank Indonesia yang sudah mau memberikan bantuan kepada kelompok tani tersebut, untuk mengembangkan potensi bawang dan juga tanaman holtikultur lainnya. Namun dia mengaku, selama ini kesulitan yang dihadapi oleh petani adalah memasarkan hasil buminya. oleh karena itu dia mengharapkan supaya ada intervensi pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjual hasil tanam petani di kabupaten Kupang dan pasar- pasar lainnya di Indonesia dan bahkan Luar negeri.

Baca Juga:   Ini Seruan, Calon DPD No 43 Martinus Siki Kepada Warga Kabupaten Kupang.

Menanggapi pengeluhan tersebut Plt. Sekda kabupaten Kupang Maclon Jhoni Nomseo mengatakan, pemerintah akan selalu bersedia untuk membantu masyarakat untuk menjual hasil pertaniannya. Oleh karena itu masyarakat harus terus berusaha untuk menghasilkan nilai produksi yang tinggi sehingga hasil ekonomi masyarakat bisa meningkat.

Dia mengaku sebagai pemerintah daerah dia merasa bangga karena Bank Indonesia mau bekerja sama dengan masyrakat Kabupaten Kupang, untuk meningkatkan nilai produksi petani di kabupaten Kupang.

Baca Juga:   Diduga Jengkel Akibat Tinggalkan Anak Gadisnya, Takain Tikam Kaesnube hingga tewas Di Tempat

Dia berharap bantuan yang sudah di berikan bisa dapat dimanfaatkan secara baik, sehingga hasil yang di capai juga bisa maksimal. Kekompakan, rajin dan ulet  kata Nomseo menjadi salah satu langkah untuk mencapai produksi yang memadai. Oleh karena itu dia meminta agar kelompok tani sehati bisa menerapkan kerja gotong royong yang baik agar dapat mencapai hasil produksi yang maksimal.

Kepada pemuda Jhoni berpesan, supaya giat bercocok tanam dan menjadi pengusaha tani tanaman holtikultura  karena hasil pertanian juga dapat memberikan nilai ekonomis yang cukup tinggi untuk meningkatkan kesejatraan keluarga.

Deputi perwakilan Bank Indonesia Muhamad Syahrial Tandatangani MOU

Acara tersebut ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MOU) antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia Nusa Tenggara Timur serta penyerahan secara simbolis aneka tanaman holtikultura dan alat alat pertanian kepada kelompok tani sehati. Turut hadir dalam kesempatan itu kabag ekonomi setda kabupaten Kupang Merlin Buraen, kabag humas Martha Parede, anggota kelompok tani sehati, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.**Man##

KOMENTAR ANDA

komentar