Marfin Foni,Bedi Roma,AWK (tengah) Milus Djawa, Justin Lejdab
Voicetimor.comKupang|NTT Sesuai dengan hasil akhir pleno KPU Propinsi NTT Sabtu 11/5/19, Calon DPD Ny.Hilde Manafe dipastikan akan lolos sebagai senator di Senayan mewakili NTT dengan perolehan  227.523 suara sah. Dengan perolehan suara tersebut, menempatkan Hilde Manafe sebagai urutan pertama hasil perolehan suara untuk tingkatan calon DPD RI NTT. Suara urutan ke dua diraih oleh dr.Asyar Wulandero, dengan perolehan 179.951  sedangkan  dilain sisi nyong muda (politisi muda) dengan usia 29 Tahun  Angelinus Wake Kako (AWK) Lolos  urutan ke tiga sebagai calon senator termuda mewakili NTT dengan perolehan 179.190 suara. Sementara petahana 3 periode Abraham Paul Liayanto menempati urutan terakhir dengan perolehan 173.915 suara sah.
Hal ini disampaikan oleh tim AWK dalam Jumpa pers bersama awak media Sabtu 11/5/19 bertempat di Papa Jhon’s Hotel Kupang Nusa Tenggara Timur .

Menurut Angelinus Wake Kako Kemenangan dirinya adalah kemenangan seluruh rakyat NTT dan khususnya pemuda selaku kaum milenial,untuk merebut kekuasaan dan berjuang demi kemenangan rakyat NTT pada umumnya. Dia juga berjanji untuk bisa memberikan yang terbaik kepada semua masyarakat NTT sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya pada lembaga DPD RI.

Menjawab pertanyaan media ini terkait dengan sejumlah daerah otonomi yang masih mandek, AWK mengatakan langkah utama yang dilakukan adalah dengan melakukan koordinasi bersama DPR RI serta pihak eksekutif untuk mendorong dicabutnya moratorium dan selanjutnya berkoordinasi dengan semua daerah yang ada untuk menindak lanjuti usulan masing masing daerah yang dimaksud semisal DOB(Daerah Otonomi Baru) Amfoang, DOB Amanatun dan Larantuka. Baginya untuk tugas ini  perlu kerja keras dan dukungan dari tiga DPD RI lainnya asal NTT dan terutama pemerintah propinsi dan kabupaten terkait.

Masih menurut AWK langkah lain yang akan dilakukan adalah bagaimana bekerja secara total untuk bisa membantu kaum muda untuk berusaha secara mandiri untuk meningkatkan ekonomi. Selain itu khusus untuk pendidikan dia akan mencari solusi yang terbaik untuk bisa membantu anak- anak didik asal NTT untuk mendapatkan beasiswa baik dalam negeri maupun luar negeri sehingga bisa menolong para generasi muda dalam peningkatan sumber daya manusia di era digital saat ini.

Baca Juga:   PERUATI Indonesia Lakukan Pengobatan Serviks dan Kangker Payudara Gratis Di Kabupaten Kupang.
Terkait dengan Human Trafikcing Nyong muda ini mengaku jika terjadinya penjualan manusia diakibatkam karena lemahnya ekonomi rumah tangga.Oleh karena itu perlu kerja sama antara pemerintah daerah dan pusat untuk membuka seluas- luasnya lapangan pekerjaan sehingga menekan angka perjalanan ke luar negeri. Dengan begitu human trafikcing bisa ditekan.
Bagi AWK, dia juga belum bisa berbuat banyak karena masih harus menunggu hasil pleno di KPU RI. Kendatipun demikian dia optimis hasil yang diraih di NTT tidak akan berubah.
Sementara Kordinator umum, Saturmilus Djawa menyampaikan terima kasih yang berlimpah untuk semua masyarakat NTT dan seluruh koordinator baik daratan Timor, Flores, Sumba, Alor, Sabu dan Rote. Yang karena militansi dan loyalnya sehingga bisa menghantarkan Nyong muda AWK lolos dalam pleno sebagai salah satu Utusan dari 4 senator yang akan mewakili NTT di senayan. Menurutnya kemenagan AWK adalah kemenangan seluruh kaum muda di NTT. Dia lebih lanjut menyebutkan AWK memiliki semboyan (ayo..wujudkan kesejatraan Masa depan rakyat NTT).
Kendatipun demikian dia mengharapkan dukungan doa dan pengawalan agar hasil keputusan di KPU RI tetap sama. Demi tercapainya perjuangan kaum muda NTT yang lebih baik ke depan.
Ketua Dewan Pembina pemenangan AWK Bedi Roma, dalam kesempatan itu mengatakan kemenangan AWK merupakan sebuah wujud kegigihan dan kerja keras kaum muda untuk menentukan arah politik ke depan. Oleh karena itu dia meyakini jika kemenangan AWK adalah sebuah tanda jika menjadi politisi bukan harus memiliki kantong tebal dengan duit dan kekuasaan karena sesungguhnya kekuasaan itu bisa dapat diraih ketika rakyat menghendaki.
Bagi Bedi Roma, AWK menjadi salah satu baro meter yang dapat membangkitkan moral politik bagi kaum muda untuk tidak takut berpolitik. gigih bekerja, membangun jaringan yang baik dan pantang mundur lanjutnya,  merupakan langkah yang tepat untuk meraih kekuasaan politik. 
Kekuasaan dan uang  tambah Roma, bukan menjadi segala-galanya dalam menentukan amanah  rakyat.**Man##

KOMENTAR ANDA

komentar